Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Siswa Luar Kota Mulai Berguguran Gagal Bersaing Masuk SMP Negeri di Kota Solo, Ini Penyebabnya

Fauziah Akmal • Jumat, 12 Juli 2024 | 04:07 WIB
SMPN 3 Solo, salah satu sekolah yang diserbu dari pendaftar luar kota. (Fauziah Akmal/Radar Solo)
SMPN 3 Solo, salah satu sekolah yang diserbu dari pendaftar luar kota. (Fauziah Akmal/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Calon siswa dari luar kota mulai waswas untuk bersaing mendapatkan SMP negeri di Kota Solo. Terutama di daerah perbatasan dengan kabupaten lain. Sehari menjelang penutupan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) online kemarin, banyak calon siswa luar terlempar dari jalur zonasi.

Novianti, warga Baki, Sukoharjo cemas anaknya selalu tergeser dalam PPDB online jalur zonasi di Kota Solo. Dia mengaku mendaftarkan anaknya via jalur zonasi di SMPN 27 Solo. Sedangkan jarak rumah dengan sekolahan sekira 4 km.

"Awalnya membuat akun dulu pada Senin (8/7), kemudian verifikasi akun sekalian daftar di SMPN 27 pada Selasa (9/7)," kata Novi.

Sehari kemudian atau Rabu (10/7) Novi terus memantau perkembangan di akun ppdb.surakarta.id. Hingga Kamis malam (11\7), sudah dua kali nama anaknya tergeser dari seleksi PPDB.

"Pertama kali daftar ada tiga pilihan sekolah, tapi semuanya tergeser. Lalu saya ubah pilihan di tiga sekolah berbeda, tapi tergeser lagi. Kan ada tiga kali kesempatan ubah pilihan, yang terakhir saya daftarkan lagi di SMPN 27 Solo," imbuh dia.

PPDB sekolah negeri di Kota Solo bukan hanya ditujukan bagi calon siswa dengan kartu keluarga dari dalam kota. Calon siswa dari luar kota bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri di Solo, dengan syarat jika pagu belum terpenuhi. Beberapa sekolah yang berada di perbatasan kota menjadi incaran mereka.

Seperti halnya pada SMPN 3 Solo yang berlokasi di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan yang berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo.

Koordinator PPDB SMPN 3 Solo Iwan Prasetyo mengatakan, sekira 40 persen pendaftar atau calon siswa baru di sekolahnya berasal dari luar kota, hingga hari kedua pendaftaran sekolah.

"SMPN 3 ini sekolah dalam kota tapi termasuk di pinggiran. Untuk pendaftarnya antara dalam kota dan luar kota tidak terpaut jauh," terang Iwan, Kamis (11/7).

Iwan mengaku, kuota PPDB di SMPN 3 Solo hampir terpenuhi, baik dari jalur afirmasi, zonasi perpindahan tugas orang tua, dan prestasi.

"Alhamdulillah sampai dengan hari ini (Kamis, 11 Juli) hampir semuanya sudah terpenuhi untuk kuotanya dan ada beberapa (calon siswa) yang sudah terlempar istilahnya itu tidak diterima di sekolah kami," imbuhnya.

Iwan membenarkan bahwa sebagian besar calon siswa yang terlempar berasal dari luar kota. Mengingat, sesuai dengan petunjuk teknis PPDB yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Solo mengutamakan calon siswa dalam kota.

"Yang sudah terseleksi (terlempar) tentunya yang luar kota. Sebab, secara geografis yang dihitung adalah dalam kota dan luar kota. Yang kedua adalah pilihan sekolah, kemudian jarak antara rumah dengan sekolahan, lalu usia baru nilai. Itu yang menjadi pembanding atau sebagai syarat seleksi," beber dia.

Berdasarkan laman PPDB Kota Solo, hingga Kamis (11/7) sore, terdapat 15 calon siswa dari luar kota yang mendaftar di SMPN 3 Solo yang terlempar atau tidak diterima di semua pilihan sekolah.

Hal itu tidak jauh berbeda dengan SMPN 27 Solo, terdapat 20 calon siswa luar kota yang terlempar dan masih ada 62 calon siswa luar kota yang masih bertahan dalam seleksi jalur zonasi di sekolah tersebut.

"Memang di sini (SMPN 27 Solo) dari tahun ke tahun banyak pendaftar luar kota. Karena seberang jalan sudah masuk wilayah Sukoharjo," beber Koordinator PPDB SMPN 27 Solo Rumaisa Isnaeni. (zia/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#ppdb online #SMP negeri #kota solo #zonasi