RADARSOLO.COM - Memasuki lingkungan sekolah untuk pertama kali membuat anak harus bisa beradaptasi. Pada momen itulah, kehadiran dan peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membantu anak untuk menyesuaikan dengan lingkungan barunya.
Tak hanya berlaku bagi anak yang masuk sekolah untuk pertama kali saja, tetapi mereka yang sudah lulus SD dan SMP untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan sekolah lebih tinggi. Mengingat ada perbedaan dari lingkungan sekolah sebelumnya.
“Pertama bagaimana menjelaskan pada anak, kalau anak akan menghadapi lingkungan baru. Bisa jadi lingkungan baru itu tidak sesuai yang diharapkan. Dikarenakan dengan sistem pendidikan saat ini,” ujar Pegiat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten Amin Bagus Panuntun saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Jumat (12/7).
Lebih lanjut, Amin mengungkapkan, atas kondisi tersebut, tidak perlu dikhawatirkan. Mengingat belum tentu lingkungan baru yang tidak diharapkan tersebut merupakan lingkungan buruk.
“Bisa jadi yang diharapkan misalnya, di sekolah favorit ternyata anak menghadapi lingkungan perundungan. Tetapi tempat yang tidak diharapkan itu malah bisa menjadi lingkungan yang nyaman bagi anak,” ujar Amin yang juga bergelut di dunia parenting ini.
Amin meminta orang tua untuk memperhatikan anaknya yang akan menghadapi komunitas yang lebih luas. Terlebih lagi didalamnya terdapat berbagai karakter dan budaya yang dibawa masing-masing anak.
Maka itu perlu disiapkan orang tua dengan memberikan pengertian kepada anak melalui komunikasi secara intensif. Setidaknya dilakukan sebelum anak masuk sekolah, sehingga menjadi lebih paham yang akan dihadapi.
“Jadi anak dipahamkan, terkait bagaimana meregulasi emosinya karena akan menghadapi lingkungan yang baru. Kalau anak mendapatkan perundungan, perlu dipahamkan harus seperti apa. Begitu juga ketika mengalami kekecewaan di sekolah, harus bersikap bagaimana,” ujar Amin.
Amin mengungkapkan, dalam membantu anak beradaptasi di lingkungan sekolah yang baru juga bisa dibicarakan dengan pihak guru. Harapannya ada sinergi yang terbangun antara orang tua dan guru dalam menyiapkan anak untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya itu.
“Harapannya orang tua juga tidak abai dengan anaknya dengan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah. Tapi peran orang tua juga harus tampak. Biar nanti anak tidak mengalami ketidaknyamanan terhadap apa yang terjadi,” ujar Amin.
Diakui Amin, masing-masing anak memiliki waktu untuk bisa beradaptasi terhadap lingkungan sekolahnya yang baru. Tak hanya lewat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang digelar pihak sekolah dalam beberapa hari saja.
Menurutnya, yang terpenting, orang tua harus mengenal karakter anak sejak awal ketika berada di lingkungan yang baru. Apabila memiliki kecenderungan introvert, maka anak diberikan pemahaman bagaimana caranya berkomunikasi dengan orang lain. Peran orang tua pun sangat dibutuhkan.
“Kalau anak memiliki kepribadian yang ekstrovert, ya harus dijelaskan seperti apa. Jangan sampai nanti berlebihan. Orang tua terkadang tidak memiliki kesadaran tentang pemahaman itu,” ujar Amin.
Diharapkan dengan peran orang tua membantu anak beradaptasi pada lingkungan sekolah yang baru itu menjadikan anak lebih nyaman dalam belajar. Hingga akhirnya berdampak menjadikan anak bisa fokus pembelajaran di sekolah.
Di sisi lain, bisa menguatkan kepribadian dan karakter anak sehingga bisa terhindar dari kenakalan remaja. Seperti tawuran, penggunaan narkoba dan seks bebas. (ren/nik)
Editor : Niko auglandy