Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

 UT Surakarta, Himpaudi dan IGTKI se Solo Raya Perkuat Pendidikan Anak

Fauziah Akmal • Senin, 12 Agustus 2024 | 04:04 WIB
UT Surakarta menggelar sarasehan dengan Himpaudi dan IGTKI Solo Raya di kampus setempat, Sabtu (10/8).
UT Surakarta menggelar sarasehan dengan Himpaudi dan IGTKI Solo Raya di kampus setempat, Sabtu (10/8).

RADARSOLO.COM – Universitas Terbuka (UT) Surakarta menggelar sarasehan dengan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) dan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) se-Solo Raya, Sabtu (10/8).

Tercatat 42 guru PAUD dan TK se-Solo Raya mengikuti sarasehan di kampus setempat yang berlokasi di Jalan Raya Solo-Tawangmangu KM 9.5 Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

UT Surakarta mengundang dua narasumber, yaitu Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan (Disdikbud) Karanganyar Eny Kurniasih dan Kepala TK Aisyiyah 2 Gemolong Karanganyar Durotun Nikmah.

Direktur UT Surakarta Yulia Budiwati menjelaskan, sinergi ini merupakan upaya peningkatan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan tinggi di UT Surakarta. Kerja sama yang selalu dibina UT Surakarta sejalan dengan semangat UT untuk selalu berkolaborasi. Tak terkecuali dengan guru dan dinas pendidikan yang sejak awal menjadi mitra UT.

"Kami upayakan untuk peningkatan-peningkatan konkretnya dari kerja sama itu, terutama di bidang partisipasi dalam pendidikan PAUD. Dengan kita selenggarakan ini ternyata memang masih ada beberapa hal yang belum dipahami dan dengan seperti ini kan jadi lebih paham," papar Yulia ditemui Radar Solo di sela kegiatan.

Yulia mencontohkan mengenai rencana pelaksanan pembelajaran (RPP) dan alih kredit yang dinilai peraturannya kerap berubah. Sehingga, aturan dan ketentuan baru tersebut perlu didiskusikan.

"Kalau seperti ini (sarasehan) langsung (tersebar) ke banyak (orang). Nanti mereka saling menularkan ke teman-temannya," jelasnya.

Yulia menambahkan, kegiatan ini sekaligus untuk mengenalkan program S2 PAUD. Mengingat program ini ditunggu masyarakat yang berdampak pada jenjang karier guru dan dosen.

"Jadi ini mengakomodasi dari kebutuhan masyarakat yang sudah lama sekali. Sekarang guru wacananya harus S2 dan dosen wacananya S3. Sekarang penerimaan dosen diutamakan yang S3 nanti guru juga akan seperti itu (S2). Makanya, peningkatan kualifikasi apa pun hambatannya harus bisa diupayakan oleh setiap person," tandasnya.

Eny Kurniasih mengapresiasi kerja sama UT Surakarta dengan Disdikbud Karanganyar. Dia mengatakan, pihaknya mendorong guru PAUD yang masih lulusan SLTA untuk melanjutkan studi minimal S1.

"Karena arahnya kalau guru itu nanti ada sertifikasi dan guru penggerak. Nanti pasti efek keuntungan banyak sekali jadi tuntutan untuk guru itu memang harus S1. Kami juga menyusuri masih ada yang belum S1 tapi sedikit. Kami sangat berterima kasih dengan adanya kolaborasi ini," terangnya.

Durotun Nikmah mengatakan, dia menempuh pendidikan di UT Surakarta sejak D2 Pendidikan Guru TK, S1 Pendidikan Guru PAUD, hingga S2 Pendidikan Dasar. Mengingat saat itu, belum ada S2 PAUD di UT Surakarta.

"Dengan ijazah itu, Alhamdulillah diberi kepercayaan sebagai tutor UT kelompok kerja (pokja) Surakarta dan asesor BAN (Badan Akreditasi Nasional) PNF Jawa Tengah," paparnya.

Dia menekankan pentingnya pendidikan tinggi terutama bagi guru TK dan PNF. Menurutnya, koleganya sesama pendidik PNF sudah banyak yang menyadari pentingnya studi lanjut. (zia/nik)

Editor : Niko auglandy
#himpaudi #universitas terbuka #UT #tk