Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pasar Bocah jadi Ruang Anak TK di Solo Dilatih Kewirausahaan Sejak Dini

Fauziah Akmal • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 01:56 WIB
Siswa KB dan TK di Solo menjajakan produk jualan mereka dalam pasar bocah di sekolah mereka, Jumat (4/10/2024)
Siswa KB dan TK di Solo menjajakan produk jualan mereka dalam pasar bocah di sekolah mereka, Jumat (4/10/2024)

RADARSOLO.COM - Beragam keterampilan hidup diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini agar lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Salah satunya melalui pasar bocah untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Ini menjadi penting karena mendukung pembentukan pola pikir mandiri, kreatif, dan inovatif.

Seperti halnya pada KBIT/RA/TK Alam Miftahul Jannah Solo yang menggelar pasar bocah ceria MJ di halaman sekolah setempat, Jumat (4/10/2024).

Beberapa stand jajanan, alat tulis, berjejer rapi yang dikelompokkan berdasarkan jenjang KB, TK A, dan TK B. Tampak keceriaan para penjual anak-anak yang didampingi wali murid tengah sibuk melayani pembeli.

Kepala KBIT Alam Miftahul Jannah Solo Farida Andriani menjelaskan, pasar bocah sebagai kegiatan rutin tahunan yang dilombakan dan diumumkan juaranya ketika ulang tahun sekolah.

"Konsep kami untuk melatih kewirausahaan anak-anak dan kemandirian anak. Jajanan makanan yang disajikan dengan kriteria tidak membahayakan untuk anak-anak. Kemudian, ada alat tulis dan lain-lain yang bermanfaat untuk anak," paparnya, Jumat (4/10).

Selain pengaturan jenis produk yang bisa diperjualbelikan, sekolah juga menetapkan harga terjangkau kisaran Rp 2.000 sampai Rp 5.000 per item. Tidak hanya menyasar warga sekolah, pembeli dalam pasar bocah ini juga disambut antusias warga sekitar.

"(Dengan pasar bocah ini) satu melatih kewirausahaan, kedua kedekatan atau bounding antara orang tua dan anak karena ada pendamping dari orang tua, ketiga mewujudkan program sekolah," imbuhnya.

Farida mengatakan, melalui program ini, kerja sama anak dan orang tua sangat erat. Dimulai dari kesepakatan produk yang akan dijual, proses produksi, hingga menjajakannya kepada calon pembeli.

Sehingga, anak-anak terlatih dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, yang semuanya adalah keterampilan hidup esensial.

"Jauh-jauh hari anak-anak sudah punya planning. Itu salah satu critical thinking anak yang akan dimunculkan. Ada kerja sama antara anak dan orang tua mau jualan apa, anak-anak membantu membuat misal jus, kemudian penjualannya sampai ada yang meminjam toa ayo dibeli-dibeli itu antusiasme anak-anak," tandasnya.

Salah seorang wali murid Siti Nur asal Kadipiro yang turut mendampingi anaknya dalam pasar bocah ini mengaku sangat antusias.

"Ini mengenalkan berwirausaha dan tanggung jawab selebihnya menyenangkan. Tetap kami arahkan karena usianya masih segitu juga kami memperkenalkan transaksinya seperti apa," beber Siti. (zia/nik)

Editor : Niko auglandy
#Pasar Bocah #tk