RADARSOLO.COM-Produksi hasil pertanian yang melimpah merupakan sebuah kesuksesan dalam bertani.
Namun, hasil yang melimpah juga berdampak pada harga pasar yang semakin menurun.
Komoditas cabai di Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen juga tidak luput dari dilema ini.
Desa Kebakalan merupakan merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Tengah dengan kondisi geografis perbukitan, sawah, dan ladang.
Menjadikan petani menjadi salah satu pekerjaan utama di daerah ini.
Anggota Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Lombok Sami Jaya mengaku merasa kesulitan ketika musim hujan datang.
Itu karena cabai lebih cepat busuk dibandingkan dengan musim kemarau.
Selain itu, cabai yang mestinya dipanen saat panen raya, terkadang terpaksa tidak dipanen karena biaya produksi dan panen yang lebih tinggi dibanding harga jual, sehingga petani merugi.
Berkaca dari fenomena tersebut, dosen Program Studi (Prodi) D3 Teknologi Hasil Pertanian SV UNS dan Ilmu dan Teknologi Pangan FP UNS bertekad meningkatkan produktivitas KUBE Lombok Sami Jaya.
Caranya dengan mengadakan pelatihan pembuatan chili oil dan bumbu tabur pedas (abon cabai) untuk mengolah hasil panen cabai yang melimpah.
Menjadi produk inovatif yang memiliki umur simpan panjang, nilai ekonomi yang tinggi, serta berdaya saing di pasaran.
Program yang diketuai Dian Rachmawanti Affandi dan dianggotai Gusti Fauza, Indrati Kusumaningrum, Rahmania Nur Afiah, serta Gusti Ananda Syahputri dilaksanakan pada 9 Mei 2024.
Kegiatan dimulai dengan diskusi singkat bersama anggota KUBE Lombok Sami Jaya yang merupakan petani dan pemuda desa serta didampingi oleh ketua PKK dan Kepala Desa Kebakalan.
Kegiatan lalu dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan chili oil dan bumbu tabur (abon cabai) oleh tim dosen dan dipraktikkan oleh dua mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian SV UNS.
Yaitu Santy Ajeng Pamungkas dan Mei Dewi Anggraeni yang disambut antusiasme anggota KUBE.
Cabai hijau serta rempah-rempah yang digunakan untuk membuat chilli oil maupun bumbu tabur (abon cabai) memberikan ciri khas rasa yang kaya dan nikmat sebagai teman menyantap nasi maupun kudapan.
Editor : Tri Wahyu Cahyono