Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gelar FGD, ISI Surakarta Serap Masukan dari Mitra untuk Pacu Kemampuan Mahasiswa

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 31 Oktober 2024 | 01:13 WIB
Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna (enam dari kiri) bersama peserta  focus group discussion di The Sunan Hotel Solo, Rabu (30/10/2024).
Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna (enam dari kiri) bersama peserta focus group discussion di The Sunan Hotel Solo, Rabu (30/10/2024).

RADARSOLO.COM- Beragam upaya dilakukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk mencetak mahasiswa yang siap bersaing di segala bidang.

Salah satunya dengan menggelar focus group discussion di The Sunan Hotel Solo, Rabu (30/10/2024).

Mengangkat tema Strategi Pencapaian IKU 2 Institut Seni Indonesia Surakarta, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah mitra kampus setempat.

Yakni dari Radar Solo, Yayasan Rumah Pengembangan dan Pemberdayaan Disabilitas, serta Raja Desain.

Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna yang hadir dalam FGD mengatakan, peningkatan kualitas lulusan dan dosen menjadi tuntutan.

Hal tersebut juga berkaitan dengan indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi yang menjadi tolok ukur keberhasilan kampus bersangkutan.

"Di samping IKU, ada hal lain yang perlu dan penting mendapat perhatian bersama. Yakni nilai kinerja layanan, wilayah bebas korupsi, wilayah birokrasi bersih melayani, dan lainnya," jelasnya.

Nyoman memberikan apresiasi kepada mitra kerja ISI Surakarta yang telah bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa.

“Tidak terbatas sampai di sini (FGD). Banyak pembahasan yang bisa ditindaklanjuti. Ini wajib dikoordinasikan agar pencapaian IKU bisa optimal,” pesan rektor ISI Surakarta.

FGD dimoderatori Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta Ahmad Fajar Arianto.

Serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Surakarta Bondet Wrahatnala.

Ahmad Fajar menjelaskan, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di ISI Surakarta diaplikasikan dalam 4 skema.

Baca Juga: Keren, FSP ISI Surakarta Lepas Calon Wisudawan via Gala Dinner: Ada Pertunjukan Seninya Juga Lho

Skema 1 adalah magang industri. Di sini mahasiswa melakukan magang di industri atau perusahaan yang menjadi mitra ISI Surakarta.

Skema 2 yakni membangun desa. Dalam program ini mahasiswa layaknya melakukan kuliah kerja nyata.

Berikutnya skema 3 adalah studi independen dimana mahasiswa melakukan tugas akhir atau membuat karya dan skripsi.

Skema 4 adalah melakukan riset untuk mempercepat penyelesaian skripsi.

Bondet Wrahatnala menambahkan, Pemkot Solo dalam hal ini Dinas Pendidikan Solo turut menjadi mitra ISI Surakarta.

“Bermitra (dengan Dinas Pendidikan) Solo sejak semester Gasal 2023. Mahasiswa kami diperbantukan di 20 SMP di Kota Solo,” terang Bondet.

Perwakilan mitra dan jajaran sivitas akademika ISI Surakarta.
Perwakilan mitra dan jajaran sivitas akademika ISI Surakarta.

Siti Nurhayati, dari Yayasan Rumah Pengembangan dan Pemberdayaan Disabilitas (YRPPD) menjelaskan, pihaknya melakukan pendampingan bidang pendidikan dan vokasi bagi murid sekolah luar biasa (SLB).

Tujuannya, setelah lulus dari SLB, anak-anak berkebutuhan khusus tidak kebingungan mendapatkan pekerjaan.

Sebab itu, YRPPD memberikan pelatihan kepada disabilitas antara lain di bidang perfilman, batik, seni dan budaya, serta boga.

“Dalam memberikan pelatihan tersebut, kami membutuhkan banyak mitra pengembangan kreativitas (anak berkebutuhan khusus),” ujarnya.

“Mahasiswa ISI Surakarta sangat potensial membantu program kami. 90 persen materi pelatihan keterampilan sangat cocok dengan kemampuan mahasiswa ISI Surakarta,” imbuh Siti Nurhayati.

Diakuinya, memberikan pelatihan antara lain cara memakai kamera, mengambil gambar yang benar dan sebagainya, tidaklah mudah.

Baca Juga: HIMA Seni Karawitan FSP ISI Surakarta Gelar Dapoer Boenyi 2024: Eksplorasi Musik Modern dan Tradisi Yang Penuh Penghayatan

Namun, mahasiswa ISI Surakarta bisa beradaptasi dengan baik di YRPPD.

Sementara itu, Ihsan Hamzah dari Raja Desain memberikan masukan agar soft skill mahasiswa lebih dikembangkan untuk menghadapi persaingan.

“Teori dan pratik sudah didapat dari kampus. Tapi mungkin untuk dunia kerja, banyak aspek yang belum bisa didapat di kampus. Seperti metode presentasi, up date bahan material bahan banguan, cara pemasangan, dan lainnya,” bebernya.

Sementara itu, General Manager Radar Solo Andi Aris mengatakan, medianya memiliki jaringan luas di seluruh penjuru Nusantara.

Hal tersebut memudahkan mahasiswa memilih daerah magang sesuai keinginan.

“Di Radar Solo, mahasiswa magang dilatih mampu berinteraksi dengan berbagai kalangan yang menjadi narasumber,” jelasnya.

“Tidak hanya membuat berita tulis, tapi mereka juga dituntut mampu menyajikan konten-konten segar dan positif di media sosial kami,” imbuh Andi.

Di tempat yang sama Sutarmo dari Disdik Solo menjelaskan, sekolah dalam hal ini tingkat SD dan SMP sangat terbantu dengan adanya mahasiswa magang dari ISI Surakarta.

“Basic guru seni budaya di sekolah beragam. Dari seni tari belum tentu bisa ngajar drama atau seni rupa maupun sebaliknya,” tuturnya.

Dengan adanya mahasiswa yang membantu mengajar di sekolah, lanjut Sutarmo, memberikan sumbangsih cukup besar membantu guru di sekolah.

Sementara itu, ketua panitia FGD ISI Surakarta Esha Karwinarno menuturkan, dengan magang di instansi mitra, mahasiswa dapat meningkatkan pengalaman di luar kampus.

“Tentunya ini menjadi bekal ketika mereka lulus. Tidak hanya kemampuan akademis, tapi juga non akademis harus dikuasai,” pungkasnya. (wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Mitra #masukan #isi surakarta #fgd #mahasiswa #MBKM