RADARSOLO.COM - Politeknik Indonusa Surakarta (Polinus) menggelar wisuda ke-19 ahli madya dan sarjana terapan di Hotel Grand Mercure Solo Baru, Sabtu (9/11).
Sejalan dengan tagline Polinus Mendunia, terdapat enam wisudawan yang mengikuti wisuda secara daring karena mereka telah berkarir di luar negeri.
Polinus mewisuda 334 lulusan yang terdiri dari program studi (Prodi) D3 Sistem Informasi, D3 Komunikasi Massa, D3 Perhotelan, D3 Farmasi, dan D4 Manajeman Informasi Kesehatan.
Direktur Politeknik Indonusa Surakarta Suci Purwandari mengatakan, pihaknya bersyukur melihat para lulusan yang sudah mendapat kesempatan karir.
"Ini merupakan doa kita semua sebagai bapak/ibu para dosen yang selama ini sudah memimpin atau mengarahkan agar tercapai kesuksesan," kata dia.
Suci memberikan pesan agar para lulusan terus mengembangkan diri menjadi pribadi yang tangguh, inovatif, kreatif, dan adaptif.
"Dunia ke depan tidak hanya membutuhkan individu berilmu dengan skill yang hanya dimiliki saat ini, tapi juga harus mampu berpikir kreatif dan adaptif," tuturnya.
Dia berharap, apapun pembekalan dan pengalaman yang didapatkan ketika menempuh studi di Polinus, dapat menjadi bekal bagi lulusan mencapai mimpi serta mampu berkompetisi dan berkontribusi di masyarakat.
"Saya berharap lulusan Polinus memiliki keahlian profesional di bidangnya serta menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk nusa dan bangsa dengan partisipasi aktif dalam pembangunan sebagai pengamalan Pancasila dan menjadi generasi tangguh dan dapat menjadi contoh generasi penerus di kemudian hari," papar dia.
Ketua Yayasan Indonesia Membangun Surakarta Singgih Purnomo menambahkan, menyelesaikan studi di perguruan tinggi membutuhkan proses yang panjang.
"Ijazah yang diperoleh agar dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara, terutama untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, kesejahteraan yang lebih baik," papar Singgih dalam sambutannya.
Dia mendorong para alumni agar bisa meniti karier, tidak hanya di Indonesia tapi hingga mancanegara.
"Saya ini sedang memotivasi para alumni untuk bisa bekerja dan melanjutkan kuliah di luar negeri. Ada banyak cara di mana pekerjaan itu tidak butuh pakai biaya tinggi. Peluang itu sangat mungkin untuk kita lakukan terobosan-terobosan," bebernya.
Singgih mengingatkan para orang tua agar mendukung anaknya berkontribusi dalam membangun bangsa cara yang berbeda.
Menurut dia, perkembangan teknologi memperpendek jarak antarnegara dan memudahkan akses berkarir di luar negeri.
"Institusi sudah memberikan berbagai macam informasi tentang peluang kerja. Saya kira sudah dibantu untuk persiapan melamar kerja dan wawancara kerja. Kemampuan bahasa Inggris bisa dipelajari. Itu adalah kesempatan lulusan untuk (berkarir) lebih tinggi," kata dia.
Pada kesempatan tersebut, juga dilangsungkan prosesi pengambilan sumpah profesi rekam medis dan informasi kesehatan (RMIK) serta sumpah profesi tenaga vokasi farmasi. (zia/ria)
Editor : Syahaamah Fikria