Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tidak Semua ODHIV Akan Melahirkan Anak HIV, Ini Menurut Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi

Niko auglandy • Sabtu, 7 Desember 2024 | 17:15 WIB
PEMBAHASAN: RSUD Dr. Moewardi gelar podcast membahas soal edukasi mengenai IMS serta HIV/AIDS.
PEMBAHASAN: RSUD Dr. Moewardi gelar podcast membahas soal edukasi mengenai IMS serta HIV/AIDS.

RADARSOLO.COM — Memperingati Hari AIDS Sedunia pada Minggu (1/12), RSUD Dr. Moewardi Solo menggelar edukasi seputar mitos dan fakta mengenai penyakit infeksi menular seksual (IMS) serta HIV/AIDS.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Dr. Moewardi, dr. R. Satrio Budhi S, SpPD, K-PTI menjelaskan, penyebutan orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) kini menggantikan istilah ODHA. Hal ini mencerminkan harapan agar mereka yang terinfeksi HIV tidak sampai berkembang menjadi AIDS.

Pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS masih kabur.

Contohnya, ada mitos bahwa ODHIV adalah orang yang terkena akibat perbuatan kotor atau aib. Padahal, tidak semua kasus seperti itu.

"Ada anak baru lahir, atau suami atau istri yang alim namun tertular dari pasangan yang tidak setia. Jadi, kita tidak bisa menjustifikasi seseorang terkena AIDS karena perbuatannya sendiri,” ujar dr. Satrio dalam sebuah podcast di Youtube RSUD Dr. Moewardi.

Ditekankan dr. Satrio, tidak semua ODHIV akan menularkan HIV kepada anak yang dilahirkan, asalkan segera menjalani terapi antiretroviral (ARV).

“Yang pertama harus tahu statusnya. Kalau HIV, harus segera terapi. Jika terapi dilakukan dengan baik sehingga virus tersupresi, ODHIV tetap bisa memiliki pasangan dan anak tanpa menularkan,” tambahnya.

Dokter spesialis dermatologi dan venereologi estetika, Dr. dr. Endra Yustin E., M.Sc, SpDVE Subsp. Ven, FINSDV FAADV mengungkapkan, masyarakat juga masih banyak salah paham terkait IMS.

 

Hasil penelitian timnya menunjukkan bahwa 85 persen pasien LSL menderita sifilis, meskipun tidak menunjukkan gejala seperti kelainan kulit atau luka pada alat kelamin.

“Namun, mereka tetap bisa menularkan. Secara ilmiah, area anus memiliki banyak perdarahan sehingga sangat mudah terjadi penularan,” imbuhnya.

Dia menyoroti risiko penularan IMS dari ibu hamil kepada janinnya. Tanpa pengobatan yang tepat, IMS seperti sifilis bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian pada janin.

"Kalau sifilis positif nanti bisa menularkan ke bayinya jika tidak segera diobati dan risikonya akan terjadi kecacatan pada janin bahkan bisa menyebabkan kematian,” tuturnya.

Namun, dengan skrining kehamilan seperti HIV, hepatitis, dan sifilis serta pengobatan lebih awal dapat mengurangi risiko tersebut. (zia/nik)

Editor : Niko auglandy
#RSUD Dr Moewadi #hari aids sedunia