Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

UMS Kukuhkan 7 Guru Besar Baru, Perkuat Posisi Profesor Terbanyak PTS di Jateng

Fauziah Akmal • Selasa, 24 Desember 2024 | 23:35 WIB
Rektor UMS Sofyan Anif (tengah) mengukuhkan tujuh guru besar baru UMS di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Senin (23/12).
Rektor UMS Sofyan Anif (tengah) mengukuhkan tujuh guru besar baru UMS di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Senin (23/12).

RADARSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan tujuh guru besar baru di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Senin (23/12). Pengukuhan ini semakin menguatkan posisi UMS sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah guru besar terbanyak di Jawa Tengah.

Hingga kini, UMS memiliki 56 guru besar, dengan 46 di antaranya masih aktif. Target UMS adalah mencapai 79 guru besar pada 2025, setara dengan sepuluh persen dari total dosen yang mengajar di kampus ini.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyampaikan rasa bangganya sebagai alumni UMS melihat capaian penting bagi ketujuh guru besar dan institusi UMS.

"Dari 200 guru besar yang ada di PTS Jawa Tengah itu 20 persen datang dari UMS. Pengukuhan tujuh guru besar hari ini menunjukkan kampus ini produktif dalam melahirkan cendekiawan. Artinya, UMS menjadi salah satu mercusuar pendidikan di Indonesia, tidak hanya di Jawa Tengah," paparnya dalam sambutannya.

Fajar berharap penambahan guru besar ini kian mendorong signifikansi dan kontribusi UMS dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat dunia.

"Guru besar ini jabatan fungsional akademik tertinggi, tetapi ini bukan akhir proses kreasi para guru besar. Universitas, masyarakat, bahkan bangsa menunggu inovasi para guru besar. Artinya, kehadiran UMS sebagai representasi universitas Muhammadiyah semakin dirasakan kemanfaatannya," imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UMS Sofyan Anif mengatakan, keberadaan para guru besar menunjukkan kualitas dosen di UMS, khususnya dari sisi akademik sangat baik.

Sebab, salah satu syarat pemenuhan gelar guru besar adalah publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional.

"Tentu ini menjadi kebanggaan kita bersama. UMS berdiri tahun 1958 sampai sekarang sudah memiliki 12 fakultas yang awalnya hanya dua fakultas,” bebernya.

Sofyan mengatakan, meningkatnya kualitas SDM termasuk jabatan fungsional dosen sejalan dengan perolehan akreditasi Unggul pada 90 persen program studi (prodi) di UMS.

"Maka dengan predikat Unggul ini, dari sisi minat mahasiswa yang masuk UMS dari tahun ke tahun selalu meningkat. Meskipun kecil, tetapi tidak pernah menurun secara signifikan," imbuhnya.

Sofyan menambahkan, UMS tidak terpengaruh keleluasaan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH) dalam penerimaan mahasiswa baru yang kerap menggerus minat calon mahasiswa PTS lainnya.

"UMS tetap setiap tahun paling tidak ada 30-35 ribu pendaftar, yang kami terima sekira 7-8 ribu mahasiswa baru. Jadi tidak pernah berkurang, karena mahasiswa mencari sekolah dengan program-program studi predikat Unggul," jelasnya.

Adapun tujuh guru besar baru UMS. Pertama, Kuswaji Dwi Priyono profesor bidang ilmu geografi Fakultas Geografi UMS.

Kedua, Ahmad Muhibbin profesor kepakaran manajemen pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS. Ketiga, Tri Widodo Besar Riyadi profesor kepakaran teknik pembentukan logam material maju Fakultas Teknik (FT) UMS.

Keempat, Ambarwati profesor ranting ilmu mikrobiologi FKIP UMS. Kelima, Widyastuti Nurjayanti profesor kepakaran pendekatan dan konsep arsitektur Islam FT UMS.

Keenam, Erindyah R. Wikantyasning profesor ranting ilmu farmaestetika dan teknologi farmasi Fakultas Farmasi UMS. Ketujuh, Agus Dwi Anggono profesor kepakaran nanofluida FT UMS. (zia/nik)

Editor : Niko auglandy
#guru besar #pts #UMS