Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Astrid Widayani Mundur, Arya Surendra Kembali Jadi Rektor Unsa

Fauziah Akmal • Sabtu, 1 Maret 2025 | 20:10 WIB
KEMBALI MENJABAT: Arya Surendra (empat dari kiri) saat dilantik jadi Rektor Unsa, Jumat (28/2).
KEMBALI MENJABAT: Arya Surendra (empat dari kiri) saat dilantik jadi Rektor Unsa, Jumat (28/2).

RADARSOLO.COM - Rektor Universitas Surakarta (Unsa) kembali dijabat Arya Surendra. Arya resmi dilantik sebagai rektor periode 2025-2029 menggantikan Astrid Widayani yang mengundurkan diri karena menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solo.
Pelantikan di Kampus Unsa Palur, Jumat (28/2/2025).

Dihadiri jajaran Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta dan sivitas akademika Unsa.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta Margono menjelaskan, rektor sebelumnya telah mengundurkan diri pada Selasa (11/2) lalu karena terpilih sebagai wakil wali Kota Solo. Menurutnya, pengangkatan Arya telah sesuai prosedur.

”Berdasarkan ketentuan, termasuk persyaratan dan prosedur pengangkatan rektor, yayasan mengangkat dan melantik Dr Arya Surendra sebagai rektor periode 2025-2029,” bebernya.

Sebelumnya, Arya pernah menjabat sebagai rektor Unsa periode 2019-2023. Dia mengapresiasi pengabdian rektor sebelumnya dan meminta dukungan untuk menjalankan amanah baru ini.

”Memang saya orang usaha, tapi saya bukan di struktural. Maka saya harus mengumpulkan data dulu sebelum mengambil langkah. Ke depan, Unsa harus berada di track yang benar,” ujarnya usai acara.

Arya menyadari jabatan rektor bukan hal yang baru baginya. Namun, setelah dua tahun tidak berada di kantor struktural, dia merasa perlu beradaptasi kembali.

”Saya harus belanja data, belanja masalah. Semua ini akan jadi dasar pengambilan keputusan. Mudah-mudahan program yang saya usung akan segera tersusun,” katanya.

Mengenai prioritas ke depan, Arya menekankan pada kepercayaan masyarakat dan akreditasi kampus.

”Yang jelas nanti tetap fokus pada mahasiswa baru. Juga penguatan akreditasi. Saya belum tahu kondisi dua tahun terakhir seperti apa. Mudah-mudahan dalam seminggu ini data sudah terkumpul sehingga kami bisa langsung bergerak,” jelasnya.

Terkait persaingan dengan perguruan tinggi swasta (PTS) lain di Solo Raya, Arya mengatakan, mereka bukanlah saingan, melainkan mitra.

”PTS lain bukan saingan. Kami ini kongsi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menuju Indonesia Emas 2045, ini tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah dan PTN saja, tetapi juga PTS. Kami semua bisa bersinergi untuk pembangunan pendidikan yang lebih baik,” tegasnya. (zia/adi)

Editor : Niko auglandy
#UNSA #astrid #rio