Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

SPMB SMP 2025 Di Kota Solo, Kuota Jalur Prestasi Ditambah: Baca Dan Teliti Syarat-Syaratnya

Fauziah Akmal • Sabtu, 10 Mei 2025 | 01:38 WIB
Ilustrasi suasana ujian di salah satu SMP negeri di Kota Solo.
Ilustrasi suasana ujian di salah satu SMP negeri di Kota Solo.

RADARSOLO.COM – Kuota jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 untuk SMP negeri di Kota Solo mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Selain mempertimbangkan prestasi siswa, Dinas Pendidikan (Disdik) Solo juga menerapkan tes terstandar dalam seleksi jalur ini.

Kepala Disdik Kota Solo Dian Rineta menjelaskan, SPMB tahun ini dilaksanakan melalui empat jalur. Yaitu afirmasi, prestasi, domisili, dan mutasi. Komposisi kuota pun mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun lalu.

”Kuota zonasi tahun lalu 50 persen, tahun ini hanya 45 persen dan diganti menjadi jalur domisili. Kami turunkan agar jalur prestasi bisa diperbesar. Afirmasi juga kami turunkan karena dari data tahun lalu banyak yang tidak terpenuhi,” jelasnya, Jumat (9/5).

Jalur afirmasi yang mencakup siswa dari keluarga tidak mampu dan penyandang disabilitas kini hanya mendapatkan jatah 25 persen dari sebelumnya 35 persen.

Jalur mutasi orang tua tetap di angka 5 persen. Sementara jalur prestasi naik dari 10 persen menjadi 25 persen.

”Jalur prestasi akan dimulai lebih awal karena ada proses seleksi melalui tes. Karena tidak ada UN, sementara standar nilai rapor tiap sekolah berbeda, maka kami adakan tes terstandar,” kata Dian.
Dalam seleksi jalur prestasi, peserta akan dinilai berdasarkan gabungan nilai tes, piagam prestasi, dan pengalaman organisasi.

Tes akademik dijadwalkan pada 23 Juni, sedangkan pendaftaran jalur prestasi dibuka lebih awal, yakni 16-19 Juni. Hasil tes akan diumumkan pada 25 Juni, sehingga siswa yang tidak lolos masih bisa mengikuti jalur lain yang dibuka mulai 30 Juni-3 Juli.

”Tesnya satu hari saja. Syaratnya, siswa minimal harus punya prestasi paralel peringkat 1, 2, atau 3 di sekolah. Itu pun harus dibuktikan dengan surat keterangan sekolah,” imbuhnya.

Untuk peserta dari luar kota tetap bisa mendaftar, namun skor tes mereka akan dikalibrasi lebih rendah dibanding peserta dalam kota. Tujuannya adalah tetap memberikan prioritas kepada siswa dalam kota tanpa menutup kesempatan siswa dari luar kota.

Terdapat dua kategori prestasi dalam jalur ini, yaitu akademik dan non-akademik. Prestasi akademik bisa berupa peringkat kelas atau kejuaraan akademik. Sementara nonakademik mencakup prestasi lomba dan pengalaman organisasi.

Jika siswa memiliki piagam prestasi tingkat nasional yang sudah dikurasi dan sesuai ketentuan, maka bisa langsung diterima tanpa tes.

”Misalnya ada siswa juara 1 tingkat nasional pada lomba yang diakui kementerian, maka bisa langsung diterima tanpa tes, asalkan dokumen valid,” terang Dian.

Semua dokumen pendukung prestasi, seperti piagam atau sertifikat, harus diterbitkan maksimal tiga tahun sebelum tanggal pendaftaran. Konversi nilai piagam dilakukan secara daring dan luring melalui laman resmi spmb.surakarta.go.id dan Disdik Kota Solo.

Untuk jalur afirmasi, Disdik juga bekerja sama dengan Dinas Sosial dan lembaga lain untuk memvalidasi data siswa yang masuk kategori P1, P2, serta siswa disabilitas yang dirujuk melalui hasil asesmen dari UPT PLDPI.

Jika asesmen menyatakan siswa tidak memungkinkan masuk sekolah inklusi, maka akan diarahkan ke SLB. Kota Solo tetap berkomitmen sebagai kota inklusi, sehingga sekolah negeri wajib menerima siswa disabilitas yang lolos asesmen. (zia/adi)

Editor : fery ardi susanto
#SPMB 2025 #disdik kota solo #spmb di kota solo #Sistem Penerimaan Murid Baru 2025