Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

SMP Negeri 15 Surakarta Luncurkan Inovasi Jokes Libelska dan Mas Ceting

Niko auglandy • Sabtu, 14 Juni 2025 | 04:03 WIB

TAMBAH ILMU: Siswa SMPN 15 Kota Solo tengah membaca saat jam istirahat.
TAMBAH ILMU: Siswa SMPN 15 Kota Solo tengah membaca saat jam istirahat.
 

 

RADARSOLO.COM - SMP Negeri 15 Surakarta terletak di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di Purwonegaran 60, Sriwedari, Laweyan. Sekolah ini dipimpin oleh Heti Marheni selaku kepala sekolah.

Sekolah ini masuk dalam Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna (SSK Paripurna) sejak 2024.

Oleh sebab itu sekolah harus memberikan pengetahuan tentang kependudukan, dengan demikian para siswa juga dapat meningkat pengetahuan dan wawasannya tentang buku-buku bertema kependudukan yang terkait dengan program Bangga Kencana setingkat sekolah menengah.

Kegiatan ini dikemas dengan inovasi yang diberi nama Jokes Libelska (JOglo KEpendudukan Siswa LIma BELas SuraKartA).

Program ini ditujukan agar saat istirahat atau tidak ada kegiatan pembelajaran, siswa-siswi tidak lagi tergantung dengan gadget.

Mengingat disinyalir saat bermain gadget, siswa lebih banyak bermain media sosial dibandingkan mencari hal-hal yang bersifat ilmu pengetahuan.

Sehingga secara tidak langsung, Jokes Libelska akan membantu masalah kecanduan HP di kalangan siswa.

Isu stunting ini sudah menjadi isu nasional yang harus serius ditangani. Penting untuk memperhatikan angka kecukupan gizi (AKG) dalam menyusun menu harian untuk mencegah stunting.

SMPN 15 Surakarta juga memberikan solusi dengan hadirnya inovasi “MAS CETING”. Akronim dari MAkanan Sehat CEgah StunTING.

Program ini untuk memperhatikan asupan gizi yang seimbang, dan dapat membantu anak-anak tumbuh sehat, cerdas, serta mencegah risiko stunting.

Pastikan keluarga Anda mendapatkan nutrisi yang cukup dengan menu makanan sehat yang mudah diakses dan bergizi tinggi.

Sekolah ini juga akan menyosialisasikan pentingnya meningkatkan gizi. Selain masalah kesehatan fisik, stunting juga berdampak pada perkembangan kognitif anak.

Ini dapat mengganggu prestasi akademik dan menurunkan produktivitas serta pendapatan ekonomi di masa depan.

 Salah satu faktor penyebab terjadinya stunting adalah rendahnya tingkat asupan gizi.

Baik pada ibu hamil maupun anak. Padahal, makanan bergizi tidak harus mahal atau berbahan impor. Cukup banyak bahan makanan yang murah dan mudah didapatkan di sekitar kita. (nik)

 

Editor : Niko auglandy
#inovasi #SMPN 15 Surakarta