RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi mengajak seluruh sekolah menengah kejuruan (SMK), baik negeri maupun swasta, serta pelaku industri untuk berkolaborasi menyusun roadmap pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membuka ruang luas bagi komunikasi dan kerja sama agar lulusan SMK bisa terserap maksimal di dunia industri.
"Untuk memastikan anak-anak kita nanti tersalurkan pekerjaannya dengan baik. Apabila dibutuhkan saya siap berkolaborasi dengan SMK untuk minta langsung ke perusahaan-perusahaan yang ada yang nantinya akan ada placement kerja," tegas Respati di SMK Katolik Santo Mikael, Jumat (5/7).
Ia menekankan pentingnya menyiapkan tenaga kerja terampil sejak dini, terutama menghadapi bonus demografi 2030 dan arus investasi yang mengarah ke Jawa Tengah. Menurutnya, banyak kawasan industri baru seperti di Kendal dan Batang yang saat ini menjadi tujuan migrasi perusahaan dari Jabodetabek.
“Kalau kita tidak siap mekaniknya, kita tidak siap pekerjanya, maka kita tidak bisa menyambut baik investasi besar itu,” imbuhnya.
Program Rumah Siap Kerja yang digagas Pemkot Solo disebutnya menjadi wadah strategis menyiapkan lulusan SMK agar kompetitif di pasar tenaga kerja. Pemerintah kota juga tengah menjalin kerja sama internasional, seperti dengan Xi’an Vocational University of Automobile China serta penjajakan dengan institusi di Singapura, untuk menghadirkan pelatihan, beasiswa, hingga pertukaran kurikulum.
"Kami sangat membuka peluang dari SMK-SMK swasta pun untuk bisa berkomunikasi dengan Pemerintah Kota, kira-kira yang dibutuhkan kota mana lagi atau perusahaan mana lagi untuk memastikan anak-anak kita nanti tersalurkan pekerjaannya dengan baik,” ucapnya.
Respati menyebut, dukungan penuh akan terus diberikan kepada sekolah-sekolah vokasi, termasuk rencana menjadikan Solo sebagai kota vokasi pertama di Indonesia dalam tiga tahun ke depan.
“Tentu saya perlu banyak masukan, input bahkan kritik dan saran supaya roadmap programnya jelas. Bahwa kami di Pemerintah Kota ini adalah fasilitator. Kami sangat perlu masukannya dari pelaku usaha, tenaga pendidik di institusi pendidikan, untuk membuat roadmap ke depan lebih tepat lagi," tegasnya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto