RADARSOLO.COM-SMA Unggulan RUSHD hari ini menyelenggarakan Welcoming Ceremony bagi peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026, Minggu (13/7/2025).
Acara ini berlangsung di lokasi sekolah, Kampung Manggis RT 02, Desa Jati, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen ini berlangsung meriah dan edukatif.
Para siswa didorong meraih impian setinggi langit hingga mendorong siswa mendapat pengalaman sebanyak mungkin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya SMA Unggulan RUSHD, sebuah sekolah menengah berbasis boarding school dengan kurikulum nasional yang diperkaya Kurikulum Cambridge, untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat luas.
Dengan filosofi "Membina Pembawa Perubahan Berkarakter Hari Ini "Nurturing Well-rounded Changemakers Today”, sekolah ini tidak hanya fokus pada akademik tetapi juga pengembangan karakter, kepemimpinan, dan literasi global.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, SMA Unggulan RUSHD telah mencatatkan lebih dari 2046 prestasi.
Termasuk sejumlah prestasi internasional yang baru-baru ini diperoleh siswa SMA unggulan RUSHD.
Acara Welcoming Ceremony ini dimulai dengan talkshow inspiratif bersama Xaviera Putri Ardianingsih Listyo, lulusan KAIST dengan spesialisasi Kecerdasan Buatan.
Kemudian dilanjutkan Barry Mikhael Cavin, COO dan Co-Founder Smartick Indonesia.
Ketua Yayasan Pendidikan Unggulan Rushd dan Pendiri Sekolah, Achmad Zaky Syaifudin, S.T., M.Sc. memberikan sambutan pada para peserta.
Sejumlah pesan disampaikan agar mereka semakin siap menghadapi masa depan.
Salah satunya dia mendorong untuk kuliah ke luar negeri selepas lulus dari SMA Unggulan RUSHD.
Baca Juga: Coding dan AI Masuk Kurikulum, Sekolah-Sekolah Di Solo Mulai Beri Pelatihan Guru
Meskipun tidak menepis kuliah di dalam negeri tak kalah bagus dan bergengsi.
”Kalau mimpi kuliah ke luar negeri, tidak apa apa kalau jatuhnya ke ITB atau UGM, Kalian harus berani, jangan terpaku zona nyaman,” kata Achmad Zaky.
Dia mencontohkan lulusan universitas Top di dalam negeri, bisa kalah saing dengan yang pernah kuliah di luar negeri.
Salah satunya faktor, bahasa inggris atau bahasa asing lebih lancar.
Selain itu ada kebiasaan masyarakat internasional yang lebih dipahami.
Kemudian dia menyampaikan untuk disiplin sejak disini. Achmad Zaky menyampaikan bahwa siapa yang menanam, dia yang akan memanen.
”Jangan buang waktu, isi waktu sebaik mungkin, bersenang-senang tidak apa-apa tapi isi waktu yang bermanfaat, belajar, membangun skill kita. Dasarnya dari disiplin,” ujarnya.
Achmad Zaky mendorong siswa untuk berani mencari pengalaman. Semisal di ITB ada Summer Camp.
Kesempatan belajar di kampus ternama selama liburan semester.
"Di Harvard university, sampai ada 5.000 yang ikut Summer Camp,” ujarnya.
Achmad Zaky menyampaikan agar siswa tidak hanya belajar di dalam kelas.
Kegiatan semacam summer camp ini kesempatan yang langka.
Karena siswa mungkin bisa mengakses langsung untuk bertemu tokoh tokoh nasional. Maupun pemimpin perusahaan besar.
Achmad Zaky menjelaskan pada awak media, angkatan ke 3 siswa SMA Unggulan RUSHD ini adalah pilihan dari seluruh penjuru tanah air.
Dia berharap ke depan, kualitas dan proses pendidikan semakin top. Hal ini dibuktikan, sekolah ini sudah meraih 3 penghargaan tingkat internasional.
Antara lain Mathematic International olympiad, Robotic International dan International Greenwich Olympiad.
”Itu levelnya internasional, baru 2 tahun sekolah ini berdiri, tahun ajaran ketiga ini mudah-mudahan adik-adik kita lebih banyak,” ujar dia.
Achmad Zaky mencoba inovasi untuk project student exchange ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
”Jadi siswa kita disini bisa melihat hal yang berbeda, itu akan membuat pengalaman dan budaya yang berbeda yang memberikan wawasan dan paradigma,”tuturnya.
Tidak hanya di seluruh Indonesia, pihaknya mengupayakan untuk bisa bekerja sama pertukaran pelajar ini dengan Negara di kawasan Asia tenggara dan Australia.
”Kemungkinan bisa dimulai tahun ini, sudah ada sekolah yang menyambut baik, kalau bisa semua anak bisa berkesempatan,” jelasnya. (din)
Editor : Tri wahyu Cahyono