Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Besok MPLS TK, SD, dan SMP Di Solo Dimulai, Bullying Dan Perpeloncoan Dilarang keras

Fauziah Akmal • Senin, 14 Juli 2025 | 02:52 WIB

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Dian Rineta ditemui di kantornya, Jumat (9/5).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Dian Rineta ditemui di kantornya, Jumat (9/5).

RADARSOLO.COM – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2025/2026 jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Solo dimulai Senin (13/7). Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menegaskan, pelaksanaan MPLS harus ramah anak dan bebas dari praktik perundungan alais bullying.

Kepala Disdik Kota Solo Dian Rineta menjelaskan, akan menerjunkan tim pengawas ke sekolah-sekolah. Tugasnya memastikan tidak ada bentuk perpeloncoan, baik kekerasan verbal maupun fisik selama MPLS.

“Saya sebar pengawas mulai dari saya sendiri. Nanti Plt sekretaris, kabid, kasi, dan pengawas, akan keliling untuk memastikan tidak terjadi bullying di SMP,” tegas Dian, Minggu (12/7).

Materi MPLS tahun ini juga dikolaborasikan dengan Badan Kesbangpol Solo. Supaya siswa mendapatkan edukasi menyeluruh, terutama jenjang SMP. Fokus utamanya antara lain tentang bahaya narkoba, anti-perundungan, sekolah bebas rokok, hingga isu lingkungan.

“Kalau untuk SMP, paling tidak materi tentang bullying, narkoba, sekolah keren tanpa rokok. Itu harus bisa disampaikan. Termasuk lingkungan sekolah sehat, karena kan low carbon society,” imbuh Dian.

Dian juga menekankan praktik low carbon society. Berupa mengurangi penggunaan plastik dan air minum kemasan. Sampah yang dihasilkan pun diarahkan untuk dimanfaatkan kembali.

“Lebih kepada pembelajaran pengenalan lingkungan yang menyenangkan, khusus yang SMP,” bebernya.

Di jenjang SD, MPLS diarahkan pada pendekatan Transisi PAUD-SD Menyenangkan. Terutama untuk siswa kelas I SD, yang merupakan fase peralihan dari dunia taman kanak-kanak. Karena itu, metode bermain tetap dipertahankan sebagai bagian dari hak anak.

“Artinya, kalau di pendidikan sendiri sebenarnya sampai kelas II bahkan kelas III awal pun itu masih harus bermain. Maka disebut Transisi PAUD-SD Menyenangkan, karena hak anak di usia tersebut masih bermain,” jelasnya.

MPLS akan berlangsung hingga Kamis (17/7) mendatang. Di hari-hari akhir, kegiatan lebih difokuskan pada pengenalan sederhana terhadap guru dan kakak kelas. Disdik Solo juga melarang penggunaan atribut berlebihan yang bisa memicu perundungan.

“Tidak boleh ada yang aneh-aneh ya. Pakai pita beda-beda warna tidak boleh. Pokoknya kalau menjurus ke bullying tidak diperkenankan,” tegas Dian.

Terkait kehadiran pejabat di sekolah, Dian menyebut ada beberapa SMP yang dikunjungi pimpinan daerah. Prioritasnya adalah sekolah yang selama ini belum pernah dikunjungi, agar semua merasa diperhatikan.

“Saya akan mengusulkan sekolah yang selama ini belum pernah dihadiri pimpinan. Biar merasakan bahwa sekolah itu pernah dihadiri pimpinan,” bebernya. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#MPLS 2025 #dinas pendidikan kota solo #masa pengenalan lingkungan sekolah solo #larangan bullying mpls #disdik kota solo