RADARSOLO.COM – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo menghadapi kekurangan tenaga pendidik dan pendamping siswa, padahal proses pembelajaran efektif akan segera dimulai dalam pekan ini.
Kepala SRMA 17 Solo, Septhina Shinta Sari, mengatakan bahwa dari total 20 tenaga pendidik yang ada, sekolah masih belum memiliki guru untuk mata pelajaran Bahasa Jawa dan Agama Katolik.
“Untuk guru ketercukupannya 20, kami belum menerima guru bahasa Jawa dan agama Katolik. Sementara untuk agama Katolik di-handle dari centra untuk kegiatan kerohanian,” terang Septhina, Senin (21/7/2025).
Baca Juga: Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Solo, Janji Lengkapi Fasilitas SRMA 17
Selain kebutuhan guru, sekolah yang mengusung konsep boarding school ini juga membutuhkan tambahan tenaga pendukung seperti wali asuh dan wali asrama. Peran mereka sangat penting dalam pendampingan siswa di luar jam belajar formal.
“Untuk tenaga teknik ada 12 orang, operator 1 orang, bendahara 1 orang, tata usaha 1 orang dan 6 orang wali asuh serta 3 orang wali asrama,” jelasnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Solo Siap Tampung 100 Anak Putus Sekolah di Jenjang SD
Sejumlah kekurangan tersebut telah disampaikan langsung kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat mengunjungi sekolah pada Minggu (20/7). Pihak sekolah berharap pemerintah segera mengalokasikan tambahan guru dan tenaga pendamping, terutama untuk sif malam.
“Mohon Pak Menteri untuk menambahkan jumlahnya terutama untuk wali asuh dan wali asrama karena ini sudah selesai MPLS. Selama ini masih dibantu tenaga guru, tetapi untuk sift malam kami butuh tambahan tenaga lagi,” kata Septhina.
Menanggapi permintaan tersebut, Mensos Gus Ipul berjanji akan segera memenuhi kekurangan tenaga pengajar dan pendukung di SRMA 17 Solo. Ia mengungkapkan, masih ada sekitar 50.000 calon guru yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dan menunggu penempatan.
“Ada banyak guru yang siap menggantikan. Saat ini ada 50.000 orang yang mengikuti proses pendidikan profesi guru yang belum ada penempatannya,” jelas Gus Ipul.
Keberadaan tenaga tambahan ini dianggap penting agar proses belajar-mengajar di SRMA 17 Solo bisa berjalan optimal dan sesuai dengan standar pendidikan berbasis asrama. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy