Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Orang Tua Wajib Baca! 3 Cara Cegah Anak Jadi Pelaku atau Korban Bullying

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 26 Juli 2025 | 02:47 WIB
Penanganan psikologi awal atau psychological first aid/PFA sangat penting dilakukan pada korban perundungan.
Penanganan psikologi awal atau psychological first aid/PFA sangat penting dilakukan pada korban perundungan.

RADARSOLO.COM-Kasus perundungan atau bullying kembali mencuat di berbagai daerah.

Tak hanya menimbulkan luka fisik, tindakan ini juga berdampak serius pada kondisi psikologis anak.

Untuk itu, orang tua memegang peran krusial dalam mencegah anak menjadi pelaku ataupun korban bullying.

Konselor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri Nuraini Azizah mengatakan, bullying adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menindas orang lain yang lebih lemah.

“Perundungan cenderung dilakukan terus menerus dan tujuannya untuk menyakiti,” ujar Aini, sapaan akrabnya, Jumat (25/7/2025).

Menurutnya, sekolah dan keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing anak mengenali perilaku baik dan buruk.

“Ketika anak berinteraksi dengan lingkungan, anak juga belajar berkomunikasi dan keterampilan sosial. Tapi saat lingkungan punya dampak negatif, anak bisa meniru,” jelas Aini.

Penyebab Anak Melakukan Bullying

Beberapa faktor yang menyebabkan anak merundung antara lain keinginan untuk diakui oleh kelompok tertentu. Sayangnya, cara yang dipilih justru dengan menindas orang lain.

Selain itu, kondisi keluarga yang penuh konflik juga bisa menjadi pemicu. Anak yang terbiasa melihat pertengkaran di rumah bisa menirukan perilaku agresif tersebut dalam lingkungan sosialnya.

“Saat anak melihat keluarganya sering bertengkar, itu bisa ditiru anak. Dan dibawa ke lingkungannya,” tambah Aini.

Perbedaan status sosial, fisik, atau latar belakang lainnya juga dapat menjadi alasan seorang anak menjadi target perundungan.

Baca Juga: Halangi Penyidikan Korupsi Masjid Agung Madaniyah Karanganyar, Seorang Pengacara Ditetapkan Jadi Tersangka

Tiga Peran Utama Orang Tua Cegah Bullying

Aini menjelaskan, ada tiga peran penting yang harus dijalankan orang tua agar anak terhindar dari perundungan:

Mengajarkan

“Orang tua mengajarkan nilai agama. Lalu mengajarkan membangun rasa percaya diri, keberanian juga,” kata Aini.

Baca Juga: Resmi Diganti, Ini Jejak Kasus Menarik Selama Tri Anggoro Pimpin Kejari Boyolali

Menegur

Saat anak melakukan kesalahan, orang tua harus menegur dengan memberi pemahaman tentang akibat dari perilaku buruk tersebut.

“Itu perlu agar anak tahu ada hal-hal yang tidak baik,” tegasnya.

Mendampingi

Orang tua perlu mendampingi anak saat mengakses informasi dari media sosial, televisi, maupun internet.

“Jadi didampingi untuk menyaring informasi,” imbuh Aini.

Baca Juga: 30 Ribu Apoteker di Jateng Tak Merata, Wagub Taj Yasin Minta IAI Turun ke Desa

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Jadi Korban atau Pelaku?

Jika orang tua mengetahui anaknya terlibat dalam kasus bullying, baik sebagai pelaku maupun korban, Aini menyarankan agar segera berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Bisa dengan guru kelas atau guru BK. Bisa dikonsultasikan dengan pihak terkait. Tapi orang tua juga punya peran disitu,” pungkasnya. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#korban #anak #bullying #perundungan #orang tua