RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berupaya mempercepat pemerataan program makan bergizi gratis (MBG). Tiga satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) baru akan disiapkan. Semuanya berlokasi di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres.
Sebelum direalisasikan menjadi SPPG, ketiga lokasi tersebut sempat dikunjungi Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, Senin (11/8). Meliputi kompleks Perumda Pergudangan dan Aneka Usaha (PAU) Pedaringan, lahan di dekat SMAN 8 Solo sebelum Rusunawa Mojosongo Blok B Mertohudan, serta satu lahan lainnya di Kampung Bonoroto.
Ketiga lokasi tersebut berbatasan langsung dengan Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Menurut Astrid, tinjauan ini bagian dari persiapan percepatan pembangunan SPPG, guna pemerataan MBG di Kota Bengawan.
“Selama ini kan fokusnya di Banjarsari dan Laweyan. Kemarin jumlahnya sudah tujuh (SPPG). Hari ini (kemarin) saya dapat berita, sudah tambah menjadi 10 SPPG. Target kami Agustus ini minimal 20 SPPG sesuai arahan mas wali (Respati Ardi),” ucap Astrid saat ditemui di sela kunjungan kemarin.
Astrid menambahkan, calon dapur di PAU Pedaringan akan memanfaatkan salah satu gudang. Hanya saja, masih perlu banyak penyesuaian agar memenuhi standar SPPG. Sementara dua titik lainnya berupa lahan kosong.
“Sifatnya semua percepatan. Masih banyak yang kurang dan belum merata. Kami berharap sesuai yang diminta (pemerintah) pusat, khususnya arahan dari provinsi, dari pak gubernur, kami harus segera menyesuaikan,” imbuhnya.
Disinggung realisasi pembangunan dua calon dapur MBG yang masih berupa lahan kosong, Astrid mengaku optimistis. Karena menurutnya, prioritas SPPG adalah legalitas dan aksesibilitas.
“Kalau pembangunan saya kira sudah ada pembicaraan untuk inisiasi. Mulai dari blueprint, pembangunan, gambar, sampai dengan standarisasinya. Jadi, saya kira kalau sudah lancar semua, sudah aman. Bisa dipercepat,” beber Astrid.
Selain itu, Pemkot Solo juga mempertimbangkan aspek inklusivitas. Menurut Astrid, SPPG diharapkan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
“Disabilitas ini salah satu pertimbangan dari Pemkot Solo. Kami tetap menyediakan ruang sebagai kota inklusif,” jelasnya.
Baca Juga: SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo Gelar Seminar Jadi Orang Tua Tangguh di Era Digital
Sementara itu, MBG selama ini disalurkan melalui sekolah-sekolah di bawah koordinasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo. Pemkot akan mengkaji kemungkinan memasukkan sekolah yang menampung siswa penyandang disabilitas.
“Nanti disdik akan segera kami berikan masukan. Kami tinjau. Kalau memang dimungkinkan, ya sekolah-sekolah dari kawan-kawan disabilitas juga. Tentunya harus mendapatkan juga,” tegas Astrid. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto