RADARSOLO.COM – Proses pemilihan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Solo kembali memasuki babak baru. Panitia Pemilihan Rektor (PPR) ISI Solo resmi menetapkan tiga nama calon rektor periode 2025-2029 melalui penyaringan ulang kedua, Kamis (28/8).
Berdasarkan berita acara Sidang Senat Tertutup Nomor: 7428/IT6.1.1/ΤΡ.00.03/2025 tanggal 28 Agustus 2025, sudah ditetapkan tiga calon rektor. Yakni Ana Rosmiati, Bondet Wrahatnala, dan Sunardi. Ketiganya berasal dari internal ISI Solo.
Ketiga nama tersebut disusun berdasarkan urutan abjad, bukan pemeringkatan atau hasil perolehan suara. Selanjutnya, nama-nama ini akan disampaikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) sebagai dasar pelaksanaan tahap pemilihan berikutnya.
Melalui pengumuman terbaru ini, maka penetapan calon rektor sebelumnya dinyatakan tidak berlaku. Seperti disampaikan Ketua PPR ISI Solo Sugeng Nugroho. Menurut Sugeng, penyaringan ulang kedua ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Tim Inspektorat Jenderal Diktisaintek saat pendampingan ke kampus ISI, 12-14 Agustus lalu.
“Saat pendampingan tersebut, ditemukan bahwa ketua senat (pengganti ketua senat sebelumnya) berstatus sedang studi lanjut. Sehingga harus diganti dari anggota senat yang lain,” ungkap Sugeng.
Atas dasar temuan tersebut, dilakukan penyesuaian struktur senat. Imbasnya, perlu penyaringan ulang calon rektor. Beda dengan penyaringan ulang sebelumnya pada 4 Agustus melalui mekanisme voting, penyaringan ulang kedua ini ditetapkan lewat musyawarah mufakat.
“Sesuai kesepakatan musyawarah dan mufakat, tiga calon rektor yang ditetapkan tidak berdasarkan perolehan suara. Sehingga tidak ada hasil suara dan ranking,” jelas Sugeng.
Sebelumnya, pemungutan suara pada 4 Agustus menghasilkan tiga nama teratas yang ditetapkan sebagai calon rektor. Yakni Bondet Wrahatnala (9 suara), Ana Rosmiati (6 suara), dan Sunardi (6 suara).
Namun, dengan adanya rekomendasi terbaru dari Inspektorat Jenderal Diktisaintek, hasil tersebut dinyatakan tidak berlaku. Digantikan dengan penetapan baru melalui musyawarah mufakat.
Nama ketiga calon rektor hasil penyaringan ulang kedua akan segera dikirim ke Kementerian Diktisaintek untuk dilakukan penelusuran rekam jejak. “Jadwal dan mekanisme tergantung kementerian,” tegasnya.
Sementara itu, pemilihan rektor oleh senat ISI solo dan Menteri Diktisaintek akan digelar paling lambat 16 September mendatang. “Kepastian tanggalnya tergantung Kementerian,” tandasnya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto