RADARSOLO.COM - Sejumlah Siswa SMA Negeri 1 Jogonalan, Klaten ternyata tertarik dengan dunia jurnalistik.
Mereka penasaran dengan cara kerja wartawan dalam menggali informasi dan mengumpulkan data dari berbagai sumber terpercaya hingga menjadi sebuah berita.
Salah satunya Aulya Salsabila, 15, yang akhirnya ikut serta dalam kelas jurnalistik bersama media Jawa Pos Radar Solo.
Kegiatan pelatihan itu merupakan hasil kerja sama dengan sekolah setempat yang sudah berlangsung sejak awal Agustus 2025.
Para siswa mendapatkan materi jurnalistik langsung dari Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Solo Tri Wahyu Cahyono. Kelas jurnalistik pun sudah berlangsung selama empat kali pertemuan.
“Saya tertarik dengan kelas jurnalistik karena jurnalis itu berkaitan dengan menyampaikan artikel-artikel berita. Menurut saya itu seru sih. Ya karena itu menarik, sehingga bisa menyampaikan kepada masyarakat,” ujar Aulya saat ditemui Radarsolo.com beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Aulya mengaku, belum pernah menulis artikel berita. Meski begitu, ketertarikannya semakin menguat setelah sebelumnya aktif dalam lomba menulis saat masih duduk di SMP.
“Saya harap pelatihan jurnalistik semacam ini terus berlanjut. Soalnya seru, apalagi di sekolah sendiri belum ada kegiatan khusus jurnalistik sebelumnya,” ujar Aulya yang merupakan siswa Kelas X ini.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Solo Tri Wahyu Cahyono menjelaskan dalam pelatihan itu dikenalkan dasar-dasar jurnalistik kepada para siswa SMAN 1 Jogonalan.
“Biar mereka paham dan bisa membedakan antara berita dan sekadar informasi di media sosial. Karena tidak sedikit, bahwa di media sosial itu termasuk berita. Jadi kita pahamkan dulu bahwa berita itu harus melewati proses jurnalistik di antaranya adalah wawancara,” ujar Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan, kepada para siswa diajak untuk bisa merekam peristiwa sebelum ke lokasi.
Harapannya bisa memiliki bayangan terlebih dahulu sebelum menentukan apa yang hendak ditulis.
“Biar tidak, sudah di lapangan, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Itu yang harus ditanamkan. Jadi mereka harus tahu dulu kira-kira apa yang menarik dari sebuah peristiwa itu. Berikutnya mereka melakukan wawancara,” ujar Wahyu.
Dirinya pun berharap, melalui pelatihan itu, menjadikan para siswa SMAN 1 Jogonalan lebih paham dengan produk jurnalistik.
Termasuk tidak mudah termakan informasi yang tidak valid atau hoax. Hingga akhirnya mampu menghasilkan media sekolah yang berkualitas maupun majalah sekolah.
Sebelumnya, Wakil Kepala SMAN 1 Jogonalan Bidang Kesiswaan Sri Wahyuningsih menjelaskan pelatihan jurnalistik yang berkolaborasi dengan media Jawa Pos Radar Solo itu merupakan bagian dari kegiatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja.
Yakni dana bantuan dari pemerintah yang diberikan kepada sekolah yang memiliki prestasi prestasi terbaik.
Terlebih lagi siswa SMAN 1 Jogonalan mendapatkan prestasi dalam FLS3N baik peringkat satu, dua dan tiga.
“Maka itu kami wahib untuk menyalurkan bakat atau pun minat siswa kami untuk mengembangkan kemampuannya di bidang non akademik,” ujarnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras