SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo Jadi Sekolah Ramah Anak, Guru Jadi Sahabat Siswa

Fauziah Akmal • Dipublikasikan Kamis, 11 September 2025 | 22:15 WIB
SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA) di aula masjid kampus Al Azhar Solo Baru, Rabu (10/9/2025).
SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA) di aula masjid kampus Al Azhar Solo Baru, Rabu (10/9/2025).

RADARSOLO.COM- SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo resmi mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA) di Aula Masjid Kampus Al Azhar Solo Baru, Rabu (10/9).

Deklarasi ini menjadi penegasan komitmen sekolah, stakeholder, serta wali murid untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi murid.

Penandatanganan deklarasi dilakukan oleh Kasi SMA/SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Pengawas SMA, Plt Kepala DPPKBP3A Sukoharjo, Direktur Pendidikan Al Azhar Solo Baru, Ketua Jami’yyah, kepala sekolah, perwakilan guru, karyawan, dan siswa SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo.

Kepala SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo Moh. Pandoyo menjelaskan, deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari studi banding dan kajian dengan sejumlah pihak.

“Hari ini menjadi gong bagi sekolah kami. Ke depan, implementasi Sekolah Ramah Anak akan diwujudkan melalui monitoring, evaluasi, dan implementasi tata tertib dengan disiplin positif agar tercipta pola komunikasi yang baik antara guru dan siswa,” ujarnya.

Pandoyo menambahkan, pendekatan yang digunakan dengan pendekatan humanistik dalam implementasi budaya sekolah yang menumbuhkan kesadaran siswa.

Guru juga didorong menjadi sahabat anak tanpa kehilangan ketegasan.

“Harapannya anak-anak bisa terbuka kepada guru sehingga potensi masalah dapat dimitigasi sejak awal,” tambahnya.

Langkah preventif juga diperkuat dengan pemasangan CCTV di setiap kelas, serta pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di sekolah.

Mekanisme penanganan kasus dijalankan berjenjang mulai dari wali kelas, guru BK, hingga konferensi kasus dengan koordinator ketahanan sekolah.

Sementara itu, Kasi SMA/SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Edi Purwanto, menegaskan pihaknya mendukung penuh implementasi SRA.

“Kami ingin memastikan bahwa di sini tidak ada bullying, baik kepada anak-anak maupun kepada anggota sekolah,” tegasnya.

Direktur Pendidikan Al Azhar Solo Baru Kartika Dewi AR menekankan pentingnya penguatan akhlak dan karakter siswa.

“Sukses tidak hanya ditentukan kecerdasan, tetapi juga akhlak yang baik, menghargai diri sendiri dan orang lain, serta kemampuan mengendalikan emosi,” paparnya.

Plt Kepala DPPKBP3A Sukoharjo Sumini menambahkan, SRA menegaskan sekolah bukan sekadar ruang akademis.

“Sekolah adalah rumah kedua yang aman, tempat anak-anak belajar menghargai, bekerja sama, mengendalikan diri, dan tumbuh menjadi manusia berkarakter. Mereka harus datang ke sekolah dengan bahagia dan pulang dengan cerita gembira, bukan luka hati,” tandasnya. (zia)

Editor : Tri wahyu Cahyono
Sumber : Radar Solo
sahabat siswa guru SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo Sekolah Ramah Anak