RADARSOLO.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Seni Indonesia (ISI) Solo berhasil lolos dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program bergengsi ini menjadi wadah mahasiswa untuk berkontribusi nyata melalui riset, inovasi, serta pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat.
BEM ISI Solo sendiri mengusung gagasan bertajuk “Jimbar Lestari: Kolaborasi Seni dan Teknologi untuk Literasi Hortikultura Berbasis Budaya”. Inovasi ini memadukan seni, budaya, dan teknologi guna mendorong kemandirian masyarakat melalui literasi hortikultura.
Ketua Presiden Mahasiswa BEM ISI Solo, Arif Sri Wahyudi, menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata bahwa seni bisa menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat.
“Dengan program ini, mahasiswa ISI Surakarta dapat menghadirkan solusi sekaligus memperkuat peran seni dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ungkapnya.
Program ini dijalankan di bawah bimbingan dosen ISI, yakni Fawarti Gendra Nata Utami, Sumarno, dan Nur Rahmat Ardi Candra Dwi Atmaja.
Menurut Fawarti, Program Mahasiswa Berdampak menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk bertransformasi menjadi insan yang kritis, inovatif, dan berdedikasi.
“Sekaligus memperkuat peran BEM dan perguruan tinggi dalam mengaktualisasikan perubahan sosial yang berarti,” jelasnya.
Mengutip laman resmi Kemdiktisaintek, ada 263 tim dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang lolos seleksi dan menerima pendanaan tahun ini.
Sebagai informasi, program tersebut menempatkan mahasiswa sebagai aktor perubahan sosial dengan menekankan empati, kepemimpinan, dan inovasi. Selain itu, juga menjadi wujud nyata pengamalan Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. (zia/nik)
Editor : fery ardi susanto