SOLO, Radar Solo – Pemerintah tengah menyiapkan program magang nasional bagi lulusan perguruan tinggi, maksimal satu tahun (fresh graduate). Program ini ditargetkan mulai berjalan pada kuartal IV 2025, dengan kuota awal 20 ribu peserta.
Selama enam bulan, peserta akan menerima uang saku setara upah minimum provinsi (UMP) yang ditanggung pemerintah. Program tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Dody Ariawan.
“Seandainya nanti sudah ada, tentu semakin meningkatkan kemampuan adik-adik. Jadi kan adik-adik akhirnya berkompetisi untuk mendapatkan, sehingga meningkatkan kemampuan mereka. Karena kan untuk dapat juga susah ya. Perlu effort,” tuturnya.
Dody menambahkan, ini selaras dengan program magang bersertifikat kampus merdeka (MBKM). Di mana membekali mahasiswa dengan kemampuan menghadapi dunia kerja.
“Lebih bagus lagi, sekarang kan masuknya ke dikti (pendidikan tinggi) berdampak. Jadi hasil yang didapatkan tidak hanya bermanfaat untuk dirinya, juga untuk masyarakat,” tegasnya.
Peningkatan kemampuan para fresh graduate yang ikut program ini, kelak Indonesia akan mendapatkan generasi muda yang lebih berkualitas. Selain itu, program ini selaras dengan cita-cita UNS untuk menghasilkan lulusan berkompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
“Semakin meningkatkan lah untuk hasil daripada pendidikan tempat kami," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, program ini akan dijalankan melalui kerja sama perguruan tinggi dengan perusahaan swasta maupun BUMN. Tahap pertama, program menyasar 20 ribu penerima manfaat dengan alokasi anggaran Rp198 miliar pada 2025–2026.
"Di mana penerima manfaat di tahap pertama 20 ribu orang dan selama proses bekerja diberikan uang saku sebesar upah minimum, UMP. Dan ini untuk 6 bulan," ujar Airlangga.
Program ini menjadi salah satu dari 8+4+5 program stimulus ekonomi 2025 yang dirilis pemerintah Senin (15/9).
“Program magang sedang dimatangkan Menristekdikti. Tapi salah satunya adalah mereka yang eligible adalah yang lulus maksimal 1 tahun. Sehingga bisa fresh graduate, bisa ditangkap,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/9). (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto