RADARSOLO.COM - Momen mengharukan warnai Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Periode I Tahun Akademik 2025/2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (20/9). Wisudawan penyandang disabilitas Program Studi (Prodi) Psikologi Muhammad Arif Raharjo dapat beasiswa untuk studi lanjut program magister.
Muhammad Arif Raharjo mendapat kesempatan maju ke atas panggung, dalam sesi penyampaian pesan dan kesan perwakilan wisudawan. Dia membagikan kisah perjuangannya selama menempuh pendidikan di UMS.
Di mata Arief, kuliah tidak hanya tentang menuntut ilmu, tetapi juga perjalanan menemukan jati diri. Selama kuliah, dia belajar memahami orang lain dan merasakan arti kebersamaan. Sebagai penyandang difabel, dia juga sempat merasakan kekhawatiran pada saat pertama kali memasuki perkuliahan.
“Saya bertanya-tanya, apakah bisa mengikuti semua kegiatan? Apakah saya akan diterima? Dan apakah saya mampu berkontribusi layaknya mahasiswa yang lain?” paparnya.
Diakui Arief, UMS secara bertahap mulai berbenah dalam menyiapkan infrastruktur dan bergerak menuju lingkungan yang lebih inklusif. Meskipun bertahap, sudah membuktikan bahwa UMS terus bergerak menuju lingkungan yang lebih inklusif.
“Perubahan itu bagi saya adalah jembatan yang untuk bisa belajar dan beraktivitas dengan lebih mandiri dan bermakna,” urainya.
Sebelum mengakhiri sesi penyampaian pesan dan kesan, Arif mengajukan permohonan terkait permintaan beasiswa melanjutkan pendidikan program magister di UMS.
“Saya ingin sekali melanjutkan pendidikan magister fakultas psikologi. Mohon sekiranya jika berkenan, bapak rektor memberikan beasiswa kepada saya,” ujarnya.
Gayung bersambut, Rektor UMS Harun Joko Prayitno menyetujui pemintaan tersebut.
“Setelah rapat sebentar dengan wakil rektor bidang keuangan, akademik, dan lain-lain, prinsipnya kami setuju. 100 persen (beasiswa penuh). Mudah-mudahan bisa lulus tepat waktu,” kata Harun.
Harun menegaskan, UMS adalah kampus yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas. Sehingga setiap individu diberi kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Kampus yang memanusiakan manusia. Oleh karena itu, kampus ini memang kampus untuk semua,” tegasnya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto