Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Disdik Solo Luncurkan SIPASAR SADAR, Aplikasi Pengelolaan Sarpras SD 

Alfida Nurcholisah • Rabu, 22 Oktober 2025 | 06:00 WIB
CEK: ASN Pemkot Solo tengah mencoba aplikasi SIPASAR SADAR.   
CEK: ASN Pemkot Solo tengah mencoba aplikasi SIPASAR SADAR.  

RADARSOLO.COM  Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo membuat aplikasi SIPASAR SADAR (Sistem Informasi Pengelolaan Sarana Prasarana Sekolah Dasar).

Aplikasi ini untuk memudahkan dalam pendataan dan pemantauan kondisi barang milik sekolah. Disdik kenalkan inovasi ini dalam acara Gelar Inovasi Perangkat Daerah di Balai Kota Surakarta, Selasa (21/10/2025).

"Program aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pendataan dan pemantauan inventaris kantor di sekolah dasar. Ini sudah masif kita lakukan sosialisasi di 117 sekolah sejak tahun lalu," jelas Kasi Sarpras SD Disdik Kota Solo Adji Anggoro.

Adji menjelaskan, sekolah-sekolah SD di Kota Solo bisa mengakses Aplikasi SIPASAR SADAR ini secara mandiri.

Selama ini SD masih melakukan pendataan secara manual, adanya aplikasi ini bisa memudahkan sekolah untuk mengelola kondisi barang yang dimiliki, seperti printer, laptop, hingga LCD proyektor.

Adji juga menjelaskan cara pendataan inventaris milik sekolah sangat mudah.

"Teknisnya, sekolah cukup masuk ke aplikasi dan mengisikan deskripsi barangnya lengkap dengan foto. Setelah itu dari dinas akan melakukan verifikasi dengan melihat kwitansi serta barangnya, baru sekolah bisa mencetak barcode secara mandiri," ungkapnya.

Setelah mendapatkan barcode, masing-masing sekolah bisa melihat detail kondisi barang dengan memindai barcode yang telah ditempelkan pada masing-masing barang. 

Proses pemindaian barang milik daerah ini dapat dilakukan secara periodik dan digunakan sebagai basis data untuk kegiatan sensus.

Melalui SIPASAR DASAR, sekolah dapat mendata aset secara lengkap dan akurat, memantau kondisi aset secara berkala, mengawasi perpindahan aset, serta menjamin transparansi dan akuntabilitas sistem.

"Pada dasarnya aplikasi ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran sekolah untuk mengelola aset dengan baik. Tidak menutup kemungkinan sistem ini juga akan diterapkan ke PAUD dan SMP" pungkas Adji.

Operator aset SD Negeri Nayu Barat Surakarta Bian Rangga menyampaikan sebelum ada aplikasi ini dia melakukan pendataan secara manual. “Sering terjadi kekeliruan. Adanya aplikasi ini memudahkan saya dalam mengelola aset yang ada di SD." Ucapnya. (alf/nik)

Editor : Niko auglandy
#sekolah dasar #Aplikasi #dinas pendidikan