Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Group Riset Analytical and Environmental Chemistry Prodi Kimia FMIPA UNS Gelar Workshop Pembuatan Detergen Cair Ramah Lingkungan Berbasis Buah Lerak

Adi Pras • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 16:08 WIB
Kelompok pengabdian HGR Kimia Analitik dan Lingkungan, Fakultas MIPA UNS sosialisasi pembuatan detergen cair ramah lingkungan berbasis buah lerak ke ibu-ibu PKK Perum Pondok Baru Permai IV, Ngesrep.
Kelompok pengabdian HGR Kimia Analitik dan Lingkungan, Fakultas MIPA UNS sosialisasi pembuatan detergen cair ramah lingkungan berbasis buah lerak ke ibu-ibu PKK Perum Pondok Baru Permai IV, Ngesrep.

RADARSOLO.COM - Kelompok pengabdian Hibah Grup Riset (HGR) Kimia Analitik dan Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta (https://uns.ac.id/id/) menggelar sosialisasi pembuatan detergen cair ramah lingkungan berbasis buah lerak di Perum Pondok Baru Permai IV, Ngesrep, Kecamatan ngemplak, Kabupaten Boyolali pada hari Rabu (6/8/2025).

Sosialisasi tersebut sebagai bentuk komitmen dan kontribusi nyata untuk mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya.

Kegiatan ini dihadiri 19 peserta yang terdiri dari ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Perum Pondok Baru Permai IV, Ngesrep.

Dr. Sri Hastuti, S.Si., M.Si. sebagai narasumber pada kegiatan pemberdayaan masyarakat ini memaparkan materi mengenai dampak negatif detergen konvensional terhadap lingkungan.

"Peserta diberi pemahaman kepada masyarakat mengenai alternatif detergen yang aman bagi lingkungan, sekaligus memanfaatkan potensi lokal berupa buah lerak sebagai bahan utama," ujarnya.

Kelompok pengabdian HGR Kimia Analitik dan Lingkungan, Fakultas MIPA UNS bersama ibu-ibu PKK Perum Pondok Baru Permai IV, Ngesrep menunjukkan detergen hasil produksi.
Kelompok pengabdian HGR Kimia Analitik dan Lingkungan, Fakultas MIPA UNS bersama ibu-ibu PKK Perum Pondok Baru Permai IV, Ngesrep menunjukkan detergen hasil produksi.

Dia menegaskan pentingnya pemahaman dampak lingkungan penggunaan bahan-bahan domestik oleh ibu-ibu sebagai penanggung jawab kebutuhan rumah tangga.

Setelah sesi pemaparan materi, dilakukan demonstrasi dan praktik langsung proses pembuatan detergen yang dipandu oleh mahasiswa.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan detergen cai bersifat ramah lingkungan karena termasuk bahan yang biodegradable dan tidak beracun.

Proses pembuatan dilakukan dengan mencampur ekstrak buah lerak yang telah ditambahkan daun sereh dan jeruk, metil ester sulfonate (MES), lauril glukosida, bibit parfum, dan zeolit dalam air melalui pengadukan.

Kemudian, sabun yang dihasilkan dikemas dan dibawa pulang untuk digunakan oleh peserta setelah didiamkan selama 24 jam proses stabilisasi.

Keberhasilan sosialisasi dievaluasi melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, dan kesediaan peserta dalam membuat serta menggunakan detergen cair ramah lingkungan berbasis buah lerak sebelum dan sesudah kegiatan.

"Kami berharap kegiatan ini tidak behenti pada sosialisasi saja. Detergen cair ramah lingkungan berbasis buah lerak memiliki peluang yang potensial untuk dijadikan ide usaha sehingga manfaatnya dapat diterima oleh masyarakat luas," ujar Sri Hastuti.

Selain itu, dampak pemberdayaan masyarakat ini dalam skala besar mampu mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, 11, 12, dan 14 yang berturut-turut adalah kesehatan yang baik dan kesejahteraan, kota dan komunitas yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab, serta menjaga ekosistem laut. (adi)

Editor : Adi Pras
#Boyolali #ngemplak #buah lerak #uns #Fakultas MIPA UNS #detergen