RADARSOLO.COM – Jangan biasa melakukan kebiasaan yang biasa untuk menjadi luar biasa. Filosofi itulah yang selalu ditanamkan Rektor Universitas Muhammadiyah PKU (UM PKU) Surakarta Weni Hastuti, S.Kep, M.Kes, P. hD sepanjang kepemimpinannya.
Pergerakannya tak pernah melambat. Lari kencang menjadi karakter. Strategi bergulir, gebrakan lahir satu per satu.
Kerja nyata itu mengantar Rektor UM PKU Surakarta Weni Hastuti menyabet penghargaan “Top Rektor Visioner” dari Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025
"Semua ini sebetulnya lebih ke kemudahan dari Allah. Namun, planning, langkah-langkah strategis memang sudah kami siapkan," beber Weni kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di sela-sela kegiatannya.
Lancarnya pelaksanaan rencana strategis tak luput dari tim UM PKU yang turut menyongsong program Weni.
Mulai dari seluruh dosen, tendik, hingga mahasiswa itu sendiri. Kekompakan, kolaborasi yang luar biasa, ditambah keikhlasan hati memantapkan kesuksesan UM PKU.
"Jadi saat ini kami bukan hanya lari, tapi lari kencang sekali. Jadi prinsipnya tidak boleh jadi follower. Tapi memikirkan gebrakan lain, pengembangan lainnya. Termasuk pengembangan prodi yang tidak hanya horisontal, tapi vertikal. Jenjang S-2, S-3 itu sudah kami siapkan juga," papar Weni.
"Pengembangan SDM itu sangat kita perhatikan karena memang kekuatan kita ada di SDM. Maka kalau saya dikatakan visioner ya karena saya punya tim yang luar biasa. Kemudian Alhamdulillah semua langkah-langkahnya dimudahkan Allah," lanjutnya yang baru-baru ini, juga dilantik sebagai Surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (Larsi).
Sebelumnya, Weni juga menyabet sebagai Pimpinan Perguruan Tinggi Terbaik se-Jawa Tengah Kategori Student Body 3.000 Mahasiswa oleh LL DIKTI wilayah 6 Jawa Tengah. Kala itu, UM PKU masih bernama Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah Solo.
"Saya ingin membawa UM PKU ini unggul berkemajuan dan berdampak. Tagline-nya kami sehat mencerahkan. Jadi sehat ini dimulai dari individunya dulu. Kalau personalnya sehat, insya Allah lembaganya juga sehat," ucapnya.
Target besar sudah dibidik. Dalam lima hingga sepuluh tahun, UM PKU tidak hanya mengejar predikat unggul. Visi naik kelas sudah digantung tinggi.
"Tata kelola harus semakin efektif, efisien, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kemudian 5-10 tahun yang akan datang, insya Allah tidak hanya unggul, tapi juga menjadi yang terbaik di Indonesia 5 tahun ke depan, 10 tahun di Asia," lanjutnya.
Tantangan kampus kini luar biasa. Kompetitornya bukan hanya perguruan tinggi swasta (PTS), tapi juga perguruan tinggi negeri (PTN). Meski begitu, UM PKU optimistis. Apalagi, kampus ini menjadi pusat rujukan. Artinya, UM PKU sudah mendapatkan pengakuan.
Di tengah akselerasi teknologi dan modernisasi, UM PKU tetap menjaga nilai-nilai Muhammadiyah. Profesionalitas menjadi syarat utama dosen. Selain itu, mereka diharapkan lahir dari kader persyarikatan.
Untuk tenaga kependidikan, sistemnya fleksibel, ada yang profesional dulu, lalu dikuatkan kaderisasinya.
Anak-anak Gen Z yang kini menjadi amanah utama. Mereka generasi cerdas dan adaptif, tetapi pembentukan karakternya masih rapuh. UM PKU pun mengambil peran mendidik karakter secara persuasif. Oleh karena itu, UM PKU mengoptimalkan Pesantren Mahasiswa
"Dua bulan wajib tinggal di sana. Kurikulum tak bisa lagi seperti pesantren tradisional. Harus sesuai gaya belajar Gen Z. Ada public speaking, outbound learning, dan pendekatan personal,” jelas Weni. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy