Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Sukoharjo Raih Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025: Cetak Generasi Unggul Berdaya Saing Global

Alfida Nurcholisah • Minggu, 2 November 2025 | 18:15 WIB
VISIONER: Direktur PPMI Assalaam Drs. H. Uripto Mahmud Yunus, M.Ed. mengembangkan Pondok Pesantren Assalaam terus berkembang dengan kemajuan zaman.
VISIONER: Direktur PPMI Assalaam Drs. H. Uripto Mahmud Yunus, M.Ed. mengembangkan Pondok Pesantren Assalaam terus berkembang dengan kemajuan zaman.

RADARSOLO.COM - Di tengah derasnya arus globalisasi, Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam enggan ketinggalan. Mencetak generasi ulul albab, pesantren terbaik se-Jawa Tengah ini menyiapkan santri-santrinya menjadi pemikir global tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.

Sebagai pesantren yang berwawasan luas nan adaptif, PPMI Assalaam merumuskan visi pendidikan yang memadukan nilai keilmuan dan spiritualitas. Diwujudkan melalui keseimbangan fikir dan zikir.

“Kami membangun konsep pendidikan yang menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta ilmu-ilmu keIslaman yang mencakup aspek spiritual, intelektual, moral dan keterampilan,” ucap Direktur PPMI Assalaam Drs. H. Uripto Mahmud Yunus, M.Ed.

Photo
Photo

Sistem yang diterapkan PPMI Assalaam itu dikenal dengan sebutan Equilibrium. Di mana segala komponennya berjalan secara harmonis dan berimbang. Lebih dari itu, PPMI Assalaam turut meleburkan sistem pendidikan pesantren dengan standar pendidikan internasional. Sebuah sinergi yang mereka sebut Majma’ul Bahraini.

Penggabungan antara kurikulum nasional, agama, dan internasional (Cambridge) di lingkungan pesantren bukan perkara mudah. Upaya memadukan tiga konsep pendidikan itu menuntut komitmen kuat dari pesantren. Termasuk bagaimana mereka menyiapkan sumber daya manusia (SDM).

“Kami memadukan secara harmonis tradisi dan kurikulum pesantren dengan tradisi dan kurikulum sistem pendidikan internasional dan modern. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi PPMI Assalaam,” jelasnya.

KENANG-KENANGAN: PPMI Assalaam berfoto bersama Bupati Sukoharjo Etik Suryani (tengah) saat Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025.   
KENANG-KENANGAN: PPMI Assalaam berfoto bersama Bupati Sukoharjo Etik Suryani (tengah) saat Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025.  

Lantas, bagaimana sinergi yang mereka lakukan untuk membentuk santri yang beriman sekaligus berpikir komprehensif? Menurut Uripto M. Yunus, Kurikulum Cambridge menyuguhkan landasan kemampuan berpikir kritis. Ranah pendidikan itu juga mendorong santri memiliki wawasan serta berdaya saing global.

“Sedangkan pendidikan pesantren memberikan landasan moral, karakter dan spiritualitas yang kuat bagi santri. Ditopang dengan visi kuat PPMI Assalaam untuk mewujudkan keseimbangan spiritual, intelektual, moral, dan keterampilan,” sambungnya.

Untuk mewujudkan visi pendidikan terpadu itu, peran guru sangat vital. Para ustad-ustadzah -sebutan guru di pesantren- menjadi garda terdepan dalam adaptasi kurikulum. Mulai dari sektor metode, materi, hingga pedagogi.

“Juga penguasaan bahasa asing, penguasaan teknologi, dan pengembangan diri,” sebutnya.

PPMI Assalaam pun memfasilitasi para guru untuk menggembangkan kemampuannya lewat sejumlah platform. Salah satunya melalui program pelatihan yang berkelanjutan. Lebih jauh, mereka diperkenankan untuk melakukan studi banding ke sektor internasional.

“Para ustad-ustadah melakukan interaksi dan studi tiru berkelanjutan ke lembaga-lembaga internasional di Asia, Timur Tengah, Australia, dan Eropa,” tandas Uripto M. Yunus.

Dedikasi besar Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam dalam dunia pendidikan kembali mendapat apresiasi tinggi. Lembaga pendidikan Islam yang dikenal dengan sistem modern dan visi global itu sukses meraih Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025 untuk kategori Top Pesantren Modern Berdaya Saing Global.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata konsistensi Assalaam dalam mencetak generasi unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman. Assalaam menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras mewujudkan visi pondok tersebut.

“Terima kasih atas penghargaan ini. Ini merupakan suatu tanda apresiasi terhadap kerja keras tim PPMI Assalaam,” ujar Uripto M. Yunus.

Uripto menambahkan, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pesantren memiliki peran besar dalam membangun peradaban bangsa melalui pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan.

“Kami berharap dengan penghargaan ini sebagai pengingat bahwa pondok pesantren memiliki peran besar dalam membangun peradaban, mencetak generasi unggul yang siap berkolaborasi dengan kemajuan zaman,” tuturnya.

Photo
Photo

Ke depan, PPMI Assalaam berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapan kami di masa depan, Assalaam akan terus berinovasi dan juga membangun kolaborasi kuat, serta berusaha menjalin hubungan baik nasional maupun internasional. Insyaallah, Assalaam akan tetap menelurkan generasi yang unggul dan siap berdaya saing global,” tegasnya.

Ayat Kauniyah dan Teknologi

Bukan hanya unggul dalam sistem pendidikan, PPMI Assalaam juga memikat lewat fasilitasnya. Ornamen planet raksasa bertulisan Assalaam yang memutar menyambut setiap insan, seolah-olah mengartikan bahwa pesantren ini tak akan berhenti bergerak.

Lebih dari itu, PPMI Assalaam menyediakan deretan fasilitas lengkap dan modern. Mulai dari observatorium, olympic pool stadium, laboratorium, perpustakaan, beragam lapangan olahraga hingga asrama ber-AC.

Termasuk ruang multimedia yang menunjang pembelajaran berbasis teknologi. Dukungan tersebut menjadi pendorong bagi santri untuk mengasah bakat dan potensinya.

“Dengan deretan infrastruktur ini, santri lebih mudah mengakses sumber belajar. Fasilitas yang lengkap juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pembelajaran,” sebut Sekretaris PPMI Assalaam Dr. Arkanudin Budiyanto.

Tak berhenti di situ, PPMI Assalaam juga dikenal sebagai pelopor observatorium pesantren di Indonesia. Pembangunan fasilitas ini bukan semata untuk kegiatan astronomi saja, melainkan juga untuk mewujudkan kesadaran universal bagi masyarakat maupun santri terhadap alam semesta (ayat-ayat kauniyah).

Melalui observatorium ini, santri diajak memahami kebesaran ciptaan Allah. Sekaligus mengaitkannya dengan panduan ibadah, seperti penentuan arah kiblat dan waktu salat.

“Lebih lanjut, fasilitas ini didorong menjadi sarana untuk mengokohkan iman melalui ayat-ayat kauniyah. Observatorium juga berkontribusi aktif dalam kemajuan teknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia yang memiliki tugas sebagai khalifah fil ardhi,” jelas Dr. Arkanudin.

Membahas soal observatorium, PPMI Assalaam memiliki komunitas santri, yaitu CASA (Club Astronomi Santri Assalaam). Punya tagline Bringing Astronomy to the Santri, CASA merupakan wadah dan ruang belajar bagi santri Assalaam yang memiliki potensi dan passion dalam bidang astronomi.

"Di sini siswa kami ajarkan untuk menentukan waktu sholat, arah kiblat, rukyat hilal, dan pengamatan gerhana. Sering juga kita mengamati planet-planet Venus, Saturnus, atau galaksi nebula yang secara ibadah tidak ada hubungannya," Pengurus CASA Ratna Taufiq.

CASA juga memiliki fasilitas CASAMO (Club Astronomi Santri Assalaam Mobile Observatory) merupakan armada yang dilengkapi berbagai peralatan astronomi, seperti teleskop, alat pengukur kiblat, kamera, dan sebagainya.

CASAMO menjadi media syiar ilmu astronomi dari PPMI Assalaam Surakarta untuk masyarakat khususnya umat Islam, sehingga lebih mudah mendekatkan sains-astronomi.

Observatorium PPMI Assalaam
Observatorium PPMI Assalaam

Observatorium Assalaam yang berada di bawah manajemen Pusat Astronomi Assalaam menerapkan teknologi digital dalam kegiatan rutin pengamatan hilal sekaligus menjadi rujukan pengamatan hilal di Indonesia. Melakukan observasi objek benda-benda langit secara rutin.

Assalaam juga mendapatkan sertifikat dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) milik pemerintah Amerika Serikat atas karya-karyanya.

"Kami berharap para santri bisa melakukan penelitian astronomi yang lebih berkembang lagi dan pengurus CASA nantinya dapat menyalurkan ilmu yang mereka pelajari di sini," ungkapnya. (nis/alf/nik)

Editor : Niko auglandy
#Assalaam #Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025 #Pondok Pesantren