RADARSOLO.COM – Ada yang beda dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 1 Kemasan Solo, Selasa (5/11). Sesosok guru asing asal Korea Selatan (Korsel) mengajar di salah satu kelas. Ini merupakan program teacher exchange yang diinisiasi Asia-Pacific Centre of Education for International Understanding (APCEIU), dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program teacher exchanger menyasar empat sekolah dan berlangsung selama enam bulan. Di Kota Solo, guru asal Negeri Ginseng ini sudah mengajar selama dua bulan terakhir. Materi yang disampaikan seputar kultur budaya Korsel. Mulai dari kebiasaan sehari-hari, pakaian tradisional, hingga beragam transportasi modern di sana.
Ada pula sesi ketika siswa dikenalkan mobil listrik buatan Korsel. Mereka terlihat antusias dan kagum akan inovasi serta teknologi ramah lingkungan dari Korsel.
“Siswanya kami tidak mau kalah. Beberapa anak mengenalkan budaya Nusantara melalui tarian tradisonal lutung,” jelas Kepala SDN 1 Kemasan Solo Kristiana Hariyanti.
Progra, teacher exchange ini dipantau anggota tim Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen Rosy Puspita.
“Saat ini ada empat sekolah di Solo yang menjadi lokasi teacher exchange. Poin utamanya, kami ingin menunjukkan pertukaran budaya, mendukung SDG (sustainable development goal’s) dan global citizenship education (GCED). Kami ingin tunjukkan kepada siswa, bahwa ini adalah bagian dari global,” papar Rosy.
Rosy menekankan, pertukaran budaya ini untuk mengenalkan siswa akan keberagaman budaya. “Siswa juga diajarkan membuat gantungan kunci dari bekas jok mobil. Ini bentuk pengelolaan limbah menjadi kreasi seni,” imbuhnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto