RADARSOLO.COM- Rencana penerapan kembali kebijakan enam hari sekolah pada semester depan memunculkan beragam respon.
Pakar pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Furqon Hidayatullah menilai, kebijakan ini memiliki sejumlah sisi positif.
Terutama terkait dengan pemantauan aktivitas belajar siswa dan pembentukan kedisiplinan.
Menurut Furqon, aktivitas belajar seharusnya menjadi rutinitas harian siswa.
“Pertama, bagi siswa setiap hari harus belajar. Kalau di rumah tidak belajar, itu sudah menyalahi pembiasaan,” ujarnya saat dihubungi radarsolo.jawapos.com belum lama ini.
Dengan tambahan hari efektif di sekolah, kegiatan belajar menjadi lebih terstruktur.
Sekaligus mengurangi potensi siswa menghabiskan waktu luang tanpa arah.
Furqon juga menyoroti kegiatan penunjang seperti ekstrakurikuler dapat dijadwalkan pada sore hari.
Menurutnya, banyak siswa yang pada Sabtu–Minggu tidak mengikuti kegiatan terprogram.
“Kalau waktunya tidak diisi kegiatan yang jelas, itu malah medeni (menakutkan). Dengan enam hari sekolah, aktivitas anak bisa lebih terpantau,” jelasnya.
Dari sisi pengawasan, Furqon menilai sekolah berperan penting dalam memastikan siswa tetap berada dalam lingkungan yang mendukung pembelajaran.
“Kalau hanya lima hari sekolah, Sabtu–Minggu tidak bisa dipantau. Tergantung orang tua masing-masing. Apalagi dengan kondisi sekarang, sarana prasarana masih kurang. Lebih bagus mereka belajar di sekolah,” tegasnya.
Ia menambahkan, tidak semua siswa memiliki fasilitas belajar memadai di rumah. Seperti laptop atau ruang belajar yang mendukung.
Karena itu, sekolah menjadi tempat yang lebih efektif untuk mengasah keterampilan siswa.
“Program kurikulum sudah direncanakan dengan baik oleh sekolah. Dari pengalaman saya, enam hari sekolah justru membuat proses belajar lebih tertata,” katanya.
Di sisi lain, Furqon menekankan pentingnya penertiban yang dilakukan oleh sekolah.
Kebiasaan disiplin hanya bisa terbentuk jika guru dan siswa dibiasakan untuk teratur.
“Program penertiban oleh sekolah itu penting. Guru dan murid jadi tertib, lama-lama terbiasa. Karena kebiasaan itu yang membentuk kita,” ungkapnya.
Dengan pertimbangan tersebut, Furqon menilai, kebijakan enam hari sekolah dapat membawa dampak positif.
Meski tetap membutuhkan dukungan orang tua serta kesiapan sekolah agar implementasinya berjalan optimal. (alf)
Editor : Tri wahyu Cahyono