RADARSOLO.COM – Universitas Sebelas Maret (UNS) jadi host International Workshop on Asian Heritage (IWAH) 2025, Senin (24/11). Diikuti 63 mahasiswa dan 19 mentor dari lima konsorsium universitas, mulai dari Malaysia, Vietnam, Thailand, Belanda, dan Indonesia. Selama di Solo, empat ikon jadi sasaran kegiatan.
IWAH 2025 diisi kuliah virtual, mencakup kuliah pengantar, briefing lokasi, diskusi kelompok, hingga sesi bimbingan. Sedangkan kegiatan offline digelar 24-27 November. Meliputi opening ceremony, kunjungan ke situs warisan budaya, serta studio perancangan desain.
“Empat klaster utama kami ambil. Ada Kampung Batik Laweyan dan Kauman, Koridor Gatot Subroto dan Ngarsopuro, serta Kampung Pecinan. Titik-titik tersebut bagian dari kolaborasi art and folk art,” ungkap ketua kegiatan Kusumaningdyah Nurul.
Nurul menambahkan, IWAH 2025 mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tentang pendidikan berkualitas. Melalui forum ini, diharapkan bisa memberi kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Juga mendorong skill generasi Z di bidang konservasi budaya.
“Tahun ini kami datang ke Solo, yang dikenal sebagai kota kreatif oleh UNESCO. Dengan dukungan UNS, kami belajar bagaimana Solo menjadi kota UNESCO. Terpenting lagi, bagaimana menjaganya untuk masa depan,” papar Presiden IWAH 2025 Mongkol Khan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS Fitria Rahmawati menyebut lokakarya juga membahas keberlanjutan warisan kota. Peserta didorong mengeksplorasi identitas dan keunikan kawasan budaya. Semua itu dilakukan melalui kolaborasi negara dengan perspektif yang beragam.
"Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti di seremonial edukasi saja, tetapi juga diharapkan bisa berkelanjutan melalui pertukaran pelajar, baik untuk penelitian ataupun pengabdian masyarakat. Supaya mahasiswa kita juga bisa belajar kebudayaan yang ada di luar," harapnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto