Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

SLB YPAC Solo Manfaatkan Smart Panel dan AI untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

Alfida Nurcholisah • Jumat, 28 November 2025 | 00:36 WIB
Siswa SLB YPAC Solo antusias belajar matematika dengan smart panel. (M Ihsan/Radar Solo)
Siswa SLB YPAC Solo antusias belajar matematika dengan smart panel. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Fasilitas penunjang pendidikan digital berupa Interactive Flat Panel (IFP) kini mulai memberikan dampak positif pada proses pembelajaran di SLB YPAC Solo. Sejak diserahkan pada Senin (24/11), antusiasme belajar siswa dan inovasi metode mengajar guru dilaporkan meningkat tajam.

Kepala SLB YPAC Solo Jalaludin Khawarizmi mengungkapkan, keberadaan IFP ini sangat membantu, meskipun tidak ada materi khusus untuk sekolah luar biasa (SLB) yang terinstal di perangkat tersebut.

"Sejak adanya IFP ini kebermanfaatannya luar biasa, walaupun anak kami berkebutuhan khusus, tetapi justru sangat membantu dalam proses pembelajaran," ujar Jalaludin, Kamis kemarin (27/11).

Para guru di SLB YPAC memanfaatkan smart panel tersebut dengan mengadaptasi modul pembelajaran yang tersedia di Rumah Pendidikan. Mereka menyesuaikan materi (misalnya materi kelas 9 menggunakan modul kelas 7) sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing anak. Bahkan, guru-guru juga mulai membuat materi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menggunakan Canva AI.

IFP sendiri telah didistribusikan ke total delapan SLB di Kota Solo, termasuk SLB D dan D1 YPAC, SLB C YSSD, dan SLB Autis Alamanda.

Salah seorangsiswa kelas 12, Aji Restu Prihatin, 18, mengakui bahwa IFP sangat meningkatkan minat belajarnya.

"Terkadang kalau di kelas dengan metode manual, ketika guru menjelaskan saya pas posisi capek atau mengantuk jadi tidak fokus. Tapi kalau belajar menggunakan IFP jadi lebih menarik," ungkap Aji, yang merasa IFP sangat membantu dalam mempelajari matematika.

Jalaludin Khawarizmi berharap IFP tidak hanya satu unit di setiap sekolah, agar fasilitas tersebut dapat dinikmati secara merata oleh peserta didik di setiap kelas, dan tidak digunakan secara bergantian. (alf/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Artifical Intelligence #SLB #pembelajaran #siswa berkebutuhan khusus