RADARSOLO.COM – Badan Koordinator Penanggulangan Bencana (BKPB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berangkatkan relawan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Rabu (3/12). Rombongan dilepas Rektor UNS Hartono.
Menurut Hartono, tim yang dikirim ini untuk gelombang pertama. Bertugas melakukan asesmen awal di lokasi bencana.
“Tim akan melaporankan dalam 24 jam pertama. Dari hasil asesmen tersebut, kami bisa menentukan langkah tindak lanjut yang harus dilakukan. Termasuk bentuk bantuan yang diperlukan,” kata Hartono.
Hartono menambahkan, bakal mengirim berbagai bantuan. Tidak hanya kebetuhan pokok, namun juga tim medis dan tenaga pendukung lainnya.
“Tim ini biasanya gabungan SAR dan medis. Namun saat ini yang kami berangkatan tim SAR untuk pemetaan awal. Kemudian akan menyusul tenaga pendukung lainnya,” imbuhnya.
Terkait penggalangan dana untuk korban bencana Sumatera dan Aceh, per 2 Desember terkumpul sekira Rp 100 juta.
“Harapannya jumlah ini terus bertambah. Kami juga akan menghimpun data mahasiswa yang terdampak bencana. Nanti akan kami koordinasikan untuk diberi bantuan,” bebernya.
Bantuan yang diberikan dapat berupa keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), bantuan uang tunai hingga trauma healing. Pihaknya mengaku hal ini akan dibahas lebih lanjut setelah assessment dan pendataan jumlah mahasiswa yang terdampak.
Ketua BKPB UNS Titis Srimuda menambahkan, setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ditetapkan bahwa Aceh menjadi lokasi pertama yang memungkinkan untuk dijangkau oleh Tim UNS.
“Banyak jalur darat yang terputus. Saat ini, akses yang memungkinkan dan dapat dilalui menggunakan penerbangan komersial adalah Aceh. Karena itu, tim kami berangkat menuju sana terlebih dahulu,” jelasnya.
Setibanya di Aceh, Tim UNS akan berkoordinasi dengan SAR setempat untuk menentukan wilayah prioritas yang membutuhkan bantuan serta lokasi yang akan dijadikan Posko Relawan UNS.
“Besok pagi tim sudah harus mengirimkan laporan awal mengenai kebutuhan di lapangan, sehingga dapat diproyeksikan jumlah personel tambahan yang akan dikirim ke Aceh berapa orang. Kemudian juga terkait bentuk bantuan apa saja yang harus dikirim pada gelombang berikutnya,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto