RADARSOLO.COM – Puluhan guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya tingkat SMP Kota Solo mengikuti kegiatan studi tiru dan workshop di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Sabtu (13/12). Kegiatan ini digelar untuk memperkaya wawasan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran seni dan budaya di sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Dosen Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta Sarjiwo menyampaikan, pembelajaran seni tidak hanya berorientasi pada materi, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi kehidupan siswa. Menurutnya, proses belajar seharusnya mampu menanamkan nilai-nilai penting, termasuk etika dan sikap dalam kehidupan sehari-hari.
“Daya tarik pembelajaran harus diperkuat dengan pengalaman lapangan. Dari pengalaman itu, guru bisa membangun proses pembelajaran yang lebih hidup dan bermakna. Guru tidak bisa dilepaskan dari pengalamannya,” ujarnya.
Pandangan tersebut mendapat respons positif dari guru-guru peserta. Ketua MGMP Hari Purwanto, menilai relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari menjadi kunci agar pembelajaran seni lebih mudah dipahami siswa.
“Guru perlu memberi gambaran manfaat dari materi yang diajarkan. Misalnya dalam pembelajaran desain, siswa bisa diarahkan membuat poster yang benar-benar bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Hari menambahkan, pembelajaran seni memiliki potensi besar untuk memotivasi siswa. Ketika siswa memahami nilai praktis dari apa yang dipelajari, mereka akan lebih antusias dan percaya diri, sehingga terbentuk pola pikir positif dan berorientasi pada kesuksesan.
Selain mengikuti workshop, para guru juga berkesempatan mengunjungi galeri ISI Yogyakarta. Di sana, peserta melihat langsung beragam karya seni mahasiswa dengan karakter dan pendekatan yang berbeda-beda.
Kunjungan ini disebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran seni di kelas.
Baca Juga: Siapa Untung Budiharto? Purnawirawan TNI Eks Tim Mawar Kini Jabat Direktur Antam Antam
Melalui studi tiru ini, Hari berharap para guru dapat membawa pulang pengalaman dan gagasan baru untuk diterapkan di sekolah masing-masing. Upaya ini dinilai penting untuk menciptakan pembelajaran seni yang lebih inovatif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa. (alf/nik)
Editor : Niko auglandy