RADARSOLO.COM — SMP Pesantren Tahfidz Azzayadiy Sukoharjo membekali para siswanya dengan pengetahuan dan keterampilan siaga bencana. Melalui kegiatan pembelajaran di luar kelas yang digelar Kamis (15/1/2026), sekolah menggandeng BPBD, SAR, dan KSR Sukoharjo untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kepada siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Azzayadiy Sukoharjo Astrid Dea Laksono, S.Pd. menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler atau lintas ilmu. Materi siaga bencana dipilih sebagai bentuk antisipasi mengingat kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana.
“Kegiatan ini masuk pembelajaran kokurikuler. Kami mengangkat tema siaga bencana karena Indonesia berada di ring of fire. Anak-anak perlu dibekali sejak dini agar tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa atau kebakaran,” ujar Astrid.
Ia menambahkan, kepedulian sekolah terhadap keselamatan siswa tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan mitigasi bencana, tetapi juga dengan menghadirkan ekstrakurikuler pendukung seperti Palang Merah Remaja (PMR). Ke depan, sekolah juga berencana memberikan edukasi terkait bahaya listrik.
“Untuk penanganan korban darurat, kami sudah punya PMR. Siswa juga sudah dibekali materi pertolongan pertama. Insya Allah pekan depan ada edukasi bahaya listrik, termasuk cara menangani korban tersengat listrik,” jelasnya.
Kegiatan Siaga Bencana ini diawali dengan penyampaian materi oleh Dian Kurniawan, S.Kep., selaku Pranata Pencarian dan Pertolongan dari BPBD Sukoharjo. Materi meliputi pengenalan tanda-tanda awal bencana, prosedur penyelamatan diri, hingga langkah evakuasi yang aman.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami siswa dari berbagai jenjang kelas. Para siswa dilatih untuk tetap tenang saat terjadi gempa, berlindung di bawah meja, melindungi kepala, serta mengikuti arahan guru dan petugas menuju titik kumpul evakuasi.
Guru-guru juga dilibatkan aktif dalam simulasi untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah apabila terjadi kondisi darurat yang sebenarnya.
Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana gempa yang melibatkan BPBD, SAR, dan KSR Sukoharjo. Dalam simulasi tersebut, tim SAR bersama BPBD mempraktikkan proses evakuasi korban menggunakan peralatan, termasuk luncuran gantung.
Perwakilan tim simulasi, Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Sukoharjo Muhammad Iqbal, mengapresiasi antusiasme siswa dan guru. Ia menilai kesadaran lembaga pendidikan terhadap mitigasi bencana kini semakin meningkat. “Kami senang dan antusias. Dulu kegiatan kebencanaan masih jarang dilirik, tapi sekarang kesadaran itu mulai tumbuh. Banyak lembaga yang mulai peduli terhadap keselamatan,” kata Iqbal.
BPBD Sukoharjo, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan berbagai instansi untuk edukasi dan simulasi kebencanaan, khususnya di wilayah Kabupaten Sukoharjo. “Kami siap jika diajak kolaborasi. Kegiatan simulasi bencana seperti ini sangat penting dan perlu terus digencarkan,” ujarnya.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa. Meski simulasi sempat diguyur hujan deras, mereka tetap mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Salah satu siswi, Faradisa, mengaku kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru yang tidak didapatkan di kelas. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik lebih mudah dipahami.
“Lebih enak seperti ini, tidak cuma materi di buku. Jadi kita tahu langsung cara menghadapi bencana,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, tidak hanya terkait kebencanaan, tetapi juga materi keselamatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, SMP Pesantren Tahfidz Azzayadiy Sukoharjo menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga keselamatan dan kesiapsiagaan hidup siswa. Kolaborasi dengan BPBD, SAR, dan KSR diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan tanggap bencana. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy