RADARSOLO.COM – Peristiwa Isra Mikraj tidak hanya dipahami sebagai kisah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dijadikan momentum pembentukan karakter religius siswa di SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kotabarat Solo.
Melalui kajian keislaman yang digelar di halaman sekolah, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran dan kedisiplinan siswa dalam menjaga salat lima waktu.
Kajian Isra Mikraj yang berlangsung di lapangan basket sekolah itu diikuti ratusan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Menghadirkan pemateri Ustad Muhamad Arif Wicagsono, kandidat doktor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Dalam pemaparannya, Muhamad Arif menjelaskan, Isra Mikraj merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam, karena menjadi tonggak diwajibkannya salat lima waktu bagi umat Islam. Ia menguraikan perjalanan dakwah Rasulullah SAW, mulai dari fase dakwah di Makkah, cobaan di Thaif, hingga peristiwa Isra Mikraj sebagai bentuk penguatan iman Rasulullah SAW.
”Kami sampaikan bagaimana beratnya perjuangan dakwah Rasulullah SAW hingga akhirnya Allah SWT memberikan perintah salat lima waktu melalui peristiwa Isra Mikraj,” ujarnya, Jumat (16/1).
Selain itu, kajian juga mengulas Surah Hud ayat 114 yang menegaskan perintah salat dan keutamaan amal kebaikan. Menurutnya, salat bukan sekadar kewajiban, tetapi menjadi sarana penghapus dosa dan pembentuk kepribadian seorang muslim.
”Dalam Surah Hud ayat 114 ditegaskan bahwa perbuatan baik dapat menghapus dosa. Salah satu perbuatan baik yang utama adalah menjaga salat lima waktu,” jelasnya.
Dia pun mengajak para siswa untuk melaksanakan salat dengan penuh kesadaran dan istiqamah. Salat, kata dia, menjadi kunci ketenangan hidup serta sumber keberkahan di dunia dan akhirat.
”Orang yang menjaga salat tidak akan dikuasai rasa takut dan kesedihan dalam menjalani kehidupan,” pesannya.
Salah seorang siswa kelas VIII, Gusti Muhamad Raharjo mengaku memperoleh pemahaman baru dari kajian tersebut. Dia merasa lebih memahami makna Isra Mikraj dan pentingnya salat dalam kehidupan sehari-hari.
”Sekarang saya lebih paham kenapa salat itu penting dan jadi lebih semangat untuk menjaganya,” katanya.
Rangkaian kajian Isra Mikraj ditutup dengan pemutaran film tentang perjalanan hidup Rasulullah SAW. Para siswa kemudian diminta menulis ulasan sebagai bentuk refleksi dan penguatan pemahaman terhadap nilai-nilai keteladanan nabi. (alf/adi)
Editor : fery ardi susanto