RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menambah tenaga pendidik, khususnya guru pendamping alias shadow bagi siswa anak berkebutuhan khusus (ABK). Penambahan ini mendesak, karena terdampak guru pensiun, pengurangan pegawai, dan sebagainya. Nantinya, penambahan melalui mekanisme kontrak perorangan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Ariyatno menjelaskan, rencana penambahan guru pendamping ABK sedang dimatangkan. Saat ini disdik sedang memetakan kekurangan guru, dampak pensiun dan rotasi hingga akhir tahun.
“Pengurangan guru dari pensiun, mutasi, dan promosi jabatan sejak Januari-Desember sudah kami petakan. Jadi, bisa dipastikan akan berkurang. Maka kami siapkan skema untuk penggantian, agar kelas tidak kosong dan layanan pendidikan terus berlanjut,” kata Dwi, Rabu (4/2).
Di satu sisi, pengangkatan tenaga pendidik berpotensi terhambat karena kebijakan moratorium tenaga non-aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Solo. Disdik sudah menyiapkan alternatif melalui skema kontrak perorangan atau tenaga ahli pendidik. Skema ini sudah dikonsultasikan dengan bagian pengadaan barang dan jasa Setda Kota Solo.
“Dimungkinkan untuk dilakukan, tetapi sesuai kemampuan daerah. Jadi, nanti diprioritaskan untuk kebutuhan yang ada. Termasuk kebutuhan guru dan pendamping khusus ABK itu. Pak wali sudah memberi arahan agar perekrutan sesuai kebutuhan,” beber Dwi.
Skema perekrutan guru diprioritaskan pada kebutuhan mendesak. Mengingat penambahan guru hingga akhir 2026 mendatang hanya 286 orang saja.
“Kami sudah membuat road map pendidikan, termasuk kesejahteraan untuk tenaga pendidik mulai dari guru PAUD sampai SMP. Selain itu, akan ada penambahan guru dan tenaga pendamping pelajar disabilitas untuk sekolah negeri di Solo,” tegas Wali Kota Solo Respati Ardi. (ves/fer)
Editor : fery ardi susanto