RADARSOLO.COM-Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses merealisasikan rangkaian program Hibah Community Development EQUITY THE Impact Rankings 2025 yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan menggandeng mitra internasional dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA).
Mengusung tajuk "Self-sufficient School Initiative", program ini berlangsung pada 9–10 Februari 2026 dengan memadukan transfer pengetahuan akademik dan implementasi teknologi tepat guna.
Program pengabdian ini diketuai oleh Cucuk Wawan Budiyanto, S.T., Ph.D. (Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer) dengan melibatkan anggota tim lintas keilmuan.
Yakni Prof. Dr. Indah Widiastuti, S.T., M.Eng. (Pendidikan Teknik Mesin), Dr. Danar Susilo Wijayanto, S.T., M.Eng. (Pendidikan Teknik Mesin), serta Dr. Taufiq Lilo Adi Sucipto, S.T., M.T. (Pendidikan Teknik Bangunan).
Sinergi para akademisi ini diperkuat dengan kehadiran dua pakar dari Faculty of Electrical and Electronics Engineering Technology, UMPSA, Ts. Dr. Mohd Shawal bin Jadin dan Ts. Dr. Mohd Shafie bin Bakar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Kuliah Tamu Internasional bertema “Green Energy and Green Building for Sustainable STEM Education” di Kampus V JPTK UNS, Pabelan, Senin (9/2/2026).
Dalam forum ini, para pakar berbagi wawasan mengenai integrasi teknologi hijau dalam pendidikan, khususnya panel surya.
Sesi ini turut diperkaya dengan demonstrasi inovasi Training Kit Panel Surya oleh alumni PTM FKIP UNS, Diefa Nasywa Aedelia, yang dirancang sebagai media pembelajaran interaktif.
Sebagai wujud nyata dari materi yang dibahas, kegiatan berlanjut pada Selasa (10/2/2026) dengan peninjauan langsung ke lokasi mitra di Basecamp PKBM Banyutowo, Ceper, Klaten.
Di lokasi ini, tim UNS bersama pakar dari UMPSA melakukan supervisi teknis terhadap instalasi infrastruktur mandiri energi yang telah dibangun.
Teknologi yang diterapkan meliputi Sistem Panel Surya Hybrid berkapasitas 400 Wp dengan penyimpanan baterai 100Ah, serta instalasi pemanen air hujan (Rainwater Harvesting) menggunakan reservoir berkapasitas 520 liter yang dilengkapi sistem filtrasi dan first flush.
Ketua Tim Pengabdian Cucuk Wawan Budiyanto, S.T., Ph.D., menegaskan bahwa integrasi antara workshop akademik dan eksekusi lapangan ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan STEM yang aplikatif dan berkelanjutan.
"Kami memadukan keahlian lintas disiplin, mulai dari potensi Internet of Things (IoT) dari PTIK, konversi energi dari PTM, hingga konstruksi hijau dari PTB. Kehadiran mitra UMPSA memastikan teknologi yang kami terapkan di sekolah alam ini memenuhi standar kelayakan untuk mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs)," ujar Cucuk.
Melalui program ini, PKBM Banyutowo diharapkan menjadi percontohan sekolah mandiri yang mampu mengelola kebutuhan energi dan airnya secara berkelanjutan, sekaligus menjadi laboratorium belajar nyata bagi komunitas setempat. (*)