Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Staf Ahli Kemendag Sambangi Campus Entrepreneur Expo Di UNS Solo, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Motor Penggerak Wirausaha

Alfida Nurcholisah • Rabu, 1 April 2026 | 17:18 WIB

SAMBUTAN: Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag Joni Martha saat memberi sambutan dalam di UNS, Rabu (1/4). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag Joni Martha saat memberi sambutan dalam Campus Entrepreneur Expo di UNS, Rabu (1/4). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Pemerintah menargetkan mampu menciptakan empat juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor dalam lima tahun ke depan. Target ambisius ini dinilai penting, untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju.

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Joni Martha menjelaskan, peluang melahirkan eksporter baru masih terbuka lebar. Terlihat dari kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional, yang saat ini di kisaran 15-16 persen.

“Menjadi negara maju, kontribusi UMKM terhadap ekspor harus meningkat hingga 30 persen. Artinya, perlu menciptakan empat juta UMKM yang mampu menembus pasar global,” ujarnya dalam Campus Entrepreneur Expo di Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (1/4).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 282,1 miliar. Sedangkan surplus neraca perdagangan stabil di kisaran USD 3 miliar dalam lima tahun terakhir.

Namun, capaian tersebut belum cukup kuat secara struktur. Ekspor Indonesia masih didominasi komoditas sumber daya alam seperti kelapa sawit, kopi, cokelat, dan hasil tambang.

Baca Juga: Dua Kandidat Doktor PAI UNU Surakarta Uji Disertasi, Bahas Islam Nusantara dan Pendidikan Karakter Talqin Dzikir

“Produk manufaktur seperti sparepart memang mulai masuk dalam 10 besar ekspor. Tetapi kita masih berbagi nilai dengan pemilik merek luar negeri,” imbuhnya.

Sebagai perbandingan, ia memaparkan, kontribusi ekspor UMKM di Tiongkok telah mencapai sekitar 60 persen, sementara Korea Selatan dan Jepang berada di kisaran 40 persen.

Hal ini menunjukkan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam memperkuat sektor UMKM berbasis ekspor.

Baca Juga: Konsep Dasar Pendidikan Islam Dalam Perspektif Alquran, Harus Rasional dan Penuh Kelembutan

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNS, Irwan Tri Nugroho, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut.

Melalui Campus Entrepreneur Expo yang digelar pada 1-2 April 2026 di GPH Haryo Mataram UNS, berupaya membangun ekosistem kewirausahaan yang mendorong lahirnya pelaku usaha muda berdaya saing global.

“Untuk menjadi negara maju, Indonesia membutuhkan setidaknya 10 persen dari total penduduk berprofesi sebagai wirausaha. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mencapai target tersebut," ujarnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Campus Entrepreneur Expo #staf ahli kemendag Joni Martha #wirausaha #UNS Solo #UMKM ekspor