RADARSOLO.COM - Ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Kota Solo Kembali digelar pada 13-15 April 2026.
Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi siswa maupun masyarakat untuk menampilkan berbagai inovasi untuk pembangunan daerah.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Solo Kentis Ratnawati mengatakan, tema Krenova tahun ini lebih difokuskan pada penguatan ketahanan pangan. Ini sesuai arah pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Solo.
“Setiap tahun Krenova memiliki tema berbeda, mengikuti RPJMD. Tahun ini fokus pada penguatan ketahanan pangan,” jelas Ratnawati, Selasa (14/4).
Ratnawati menambahkan, dari total 163 pendaftar, hanya 40 peserta yang lolos tahap seleksi untuk memaparkan inovasinya.
Baca Juga: Gaungkan Literasi Keuangan Digital Di Lingkungan Kampus, BI Dan OJK Sambangi UNS
Rinciannya, bidang pertanian dan pangan sebanyak 7 peserta, energi dan rekayasa teknologi manufaktur 10 peserta, kesehatan 7 peserta, pendidikan 2 peserta, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) 10 peserta, serta industri kreatif 4 peserta.
Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek, yakni keaslian gagasan (25 persen), kemudahan penerapan (15 persen), manfaat dan dampak (25 persen), keberlangsungan (25 persen), serta kemampuan pemaparan (10 persen).
“Nantinya akan diambil masing-masing tiga pemenang dari kategori pelajar dan masyarakat,” jelas Kentis.
Ia berharap, inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi dapat diterapkan dan direplikasi di lingkungan masyarakat. Ia mencontohkan inovasi pengelolaan sampah dari Kelurahan Gajahan yang dinilai berpotensi untuk diterapkan di wilayah lain.
“Kalau sudah jadi, kelurahan lain bisa langsung meniru tanpa harus memulai dari awal,” katanya.
Selain itu, terdapat pula inovasi pengolahan sampah menggunakan maggot yang terintegrasi dengan sistem pemasaran berbasis teknologi, serta alat deteksi dini kebakaran berbasis mobil yang dapat mendukung penanggulangan bencana.
"Inovasi yang terpilih nantinya akan mendapatkan pendampingan dari pemerintah, baik dalam pengembangan produk maupun pemasaran digital. Kalau produknya tidak untuk dijual, kita bisa manfaatkan untuk internal kota," ungkapnya.
Terkait perlindungan hak kekayaan intelektual, pihaknya juga akan mengupayakan pengajuan hak paten melalui pemerintah provinsi.
"Karena kalau dari kami anggarannya tidak cukup untuk memfasilitasi hak cipta atau hak paten semuanya," tambahnya.
Baca Juga: Bikin Website Edu Solar dan IoT Hub Untuk Wilayah 3T, Mahasiswa UMS Panen Medali
Sementara itu, salah satu peserta dari SMPN 4 Solo Angkasa Aksa, mempresentasikan inovasi bernama Agricustos. Inovasi ini berupa sistem pemantauan dan deteksi dini penyakit tanaman berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dengan drone.
“Kami membuat aplikasi yang terhubung dengan drone pintar untuk memantau kondisi tanaman, sehingga membantu petani dalam mengelola pertanian dengan lebih mudah,” jelasnya.
Yosa, peserta dari SMPN 5 Solo menghadirkan inovasi Filtrasi Binar sebagai solusi untuk mengatasi air keruh.
“Inovasi ini menggunakan bahan yang mudah didapat dan dilengkapi sinar UV sehingga lebih efektif menyaring partikel mikroskopis,” ungkapnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto