RADARSOLO.COM - Inovasi produk perawatan rambut berbasis herbal dikembangkan enam mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Namanya Dualvera, sampo dari ekstrak lidah buaya dan minyak kemiri.
Dualvera hadir sebagai solusi bagi yang memiliki kulit kepala sensitif, serta rentan mengalami ketombe dan rambut rontok.
Sampo ini dikreasi Wanda Khairunnisa Wibowo, Regiena Putri Monja Gunawan, Rizki Ananda Fadhila Apriani, Syarifah Yulia Cahyaningrum, Tsabita Naja Maulida, dan Zahra Ayu Maharani.
Anggota tim Wanda menjelaskan, sampo ini dibuat dengan formulasi tanpa kandungan sodium lauryl sulfate (SLS). Sehingga terasa lebih lembut di kulit kepala.
“Kebanyakan sampo dengan kandungan seperti ini, harganya lebih mahal di pasaran. Kami ingin hadirkan yang lebih ekonomis untuk masyarakat, tapi dengan kandungan yang terbaik,” kata Wanda, Jumat (24/4).
Wanda menambahkan, sampo ini ampuh membersihkan rambut dan kulit kepala secara lembut, menjaga kelembaban alami rambut, serta cocok untuk kulit sensitif.
Proses pembuatannya menggunakan metode emulgel, yakni kombinasi emulsi dan gel, dengan memisahkan fase air dan minyak sebelum dicampurkan.
“Kami menggunakan bahan-bahan herbal agar lebih eco-friendly, serta meminimalkan efek samping. Sehingga aman untuk penggunaan jangka panjang,” tambahnya.
Ekstrak aloe vera menjadi kunci utama dalam formulasi produk.
“Ekstrak lidah buaya ini kami gunakan karena memiliki fungsi yang mirip dengan keratin. Ampuh membantu mengatasi ketombe secara alami,” bebernya.
Bahan lain yang digunakan yakni surfaktan ramah lingkungan jenis sodium cocoyl alaninate (SCA), minyak kemiri, dan minyak jarak. Wanda menegaskan, seluruh bahan diperoleh dari petani lokal.
“Kami berdayakan petani lokal yang ada di sini. Kami beli produknya melalui marketplace," ujarnya.
Secara ilmiah, ekstrak aloe vera terbukti mampu menghambat pertumbuhan malassezia furfur atau jamur yang menjadi penyebab utama ketombe.
“Sedangkan minyak kemiri mengandung protein tinggi untuk memperkuat akar rambut serta asam lemak. Berfungsi sebagai antioksidan guna melindungi folikel rambut dan merangsang pertumbuhan rambut baru,” ujarnya.
Tim ini mampu memproduksi hingga 80 botol per hari, dengan waktu pembuatan sekira satu jam per batch. Dualvera mulai dipasarkan melalui ajang Solo Car Free Day (CFD), pameran kampus, media sosial, hingga marketplace. Total penjualan sudah lebih dari 100 botol.
Baca Juga: Perwali Digedok! Guru PAUD Di Solo Dapat Insentif Rp 300 Ribu Per Bulan, Ini Syarat-Syaratnya
“Respons masyarakat cukup baik, terutama yang memiliki masalah kulit kepala sensitif,” bebernya.
Selain itu, inovasi ini juga mendapat dukungan dari kampus melalui Program WIBAWA. Tim Dualvera berhasil meraih bantuan pendanaan Rp 6 juta untuk pengembangan produk.
“Sangat membantu dalam proses produksi dan pengembangan formulasi ke depan,” jelasnya.
Anggota tim lainnya, Regiena menyrbut proses produksi masih menghadapi sejumlah kendala. Terutama keterbatasan fasilitas.
“Kami masih pakai laboratorium kampus, sehingga harus menyesuaikan jadwal dengan praktikum. Kadang kami harus menunggu jadwal lab kosong,” ujarnya.
Sementara itu, Dualvera tersedia dalam dua ukuran, yakni 100 ml dan 200 ml. Harganya cukup terjangkau, yakni Rp 20.000-Rp 37.000.
“Kami juga memasarkan produk ini melalui media sosial dan lingkungan sekitar. Supaya lebih mudah dijangkau masyarakat,” beber Regiena. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto