Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

28 Lembaga Kursus Gratis Diserbu Pendaftar, Festival Pendidikan Non Formal Sukses Digelar di Solo

Alfida Nurcholisah • Minggu, 3 Mei 2026 | 19:25 WIB
TERTARIK: Anak-anak tengah mencoba-coba bermain alat musik dalam Festival Pendidikan Non Formal yang digelar di CFD, Minggu (3/5/2026). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
TERTARIK: Anak-anak tengah mencoba-coba bermain alat musik dalam Festival Pendidikan Non Formal yang digelar di CFD, Minggu (3/5/2026). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Festival Pendidikan Non Formal (PNFest) kembali digelar sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dengan menghadirkan puluhan kursus gratis bagi warga. Kegiatan ini disosialisasikan melalui roadshow di lima kecamatan serta satu kali di area car free day (CFD).

Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Surakarta Hesti Dwi Saptaningtyas menjelaskan, sosialisasi dilakukan secara langsung di ruang publik agar masyarakat lebih mengenal program kursus gratis yang ditawarkan.

“Tahun ini kami mengadakan promosi melalui roadshow di lima kecamatan dan satu kali di CFD. Pendaftaran peserta dibuka paling lambat 5 Mei,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Dolanan Lempung, Jadi Upaya Museum Radya Pustaka untuk Bisa Tetap Hidup

Terdapat 15 jenis kursus yang diselenggarakan oleh 28 lembaga. Seluruh program diberikan secara gratis bagi warga ber-KTP Solo usia 15 hingga 50 tahun karena dibiayai oleh APBD Kota Surakarta.

Peserta akan mendapatkan pelatihan singkat selama dua minggu dengan sertifikat resmi. Program ini dirancang sebagai bekal keterampilan praktis agar peserta lebih siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.

“Kami menyediakan 400 voucher untuk warga. Kalau pendaftar melebihi kuota, akan ada seleksi dari masing-masing lembaga,” tambahnya.

Baca Juga: Persis Solo Dihantam Bola Mati, Jurang Degradasi Kian Menganga: Ini Komentar Milomir Seslija dan Pelatih Malut United

Jenis kursus yang tersedia cukup beragam, mulai dari barista, make up artist, tata boga, perpajakan, rias manten, hingga belajar alat musik.

"Sampai saat ini, jumlah pendaftar sudah lebih dari 1.000 orang," imbuhnya.

Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan sosialisasi digelar. Banyak pengunjung CFD yang langsung mencari informasi hingga mendaftar di lokasi.

Salah satu warga Ardiyan, 23, mengaku tertarik mengikuti kursus barista. Menurutnya program ini menguntungkan sebagai bekal keingintahuannya mendalami kopi. "Kalau kursus barista sendiri kan mahal, mumpung ada kesempatan ini jadi saya coba daftar," terangnya.

Ardiyan mengaku ingin menggunakan sertifikat yang akan didapatkan untuk melamar pekerjaan sebagai barista. "Iya, lumayan dapet sertifikat. Kan bisa dipakai untuk cari kerja," imbuhnya.

Meski demikian, Hesti menerangkan program ini tidak hanya menyasar anak muda, tetapi juga ibu rumah tangga yang ingin memiliki penghasilan tambahan. "Dengan konsep kursus kilat, keterampilan yang diperoleh harapannya bisa langsung dipraktikkan, baik untuk bekerja atau buka usaha sendiri," pungkasnya. (alf/nik)

Editor : Niko auglandy
#pendidikan #non formal #PNFest