Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Siswa SMPN 5 Solo Ciptakan Filtrasi Biner Berbasis IoT, Air Keruh Berubah Jadi Jernih

Alfida Nurcholisah • Jumat, 8 Mei 2026 | 16:54 WIB
IDE SEGAR: Filtrasi Biner, alat penjernih air berbais IoT karya siswa SMPN 5 Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
IDE SEGAR: Filtrasi Biner, alat penjernih air berbais IoT karya siswa SMPN 5 Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Tiga siswa kelas VIII SMPN 5 Solo menciptakan inovasi penjernih air berbasis Internet of Things (IoT). Namanya Filtrasi Biner.

Inovasi ini menjadi solusi sederhana untuk membantu meningkatkan kualitas air rumah tangga. Adalah Keren Yosa Afianto, Langen Altafunnisa, dan Naifa Selma Az-Zahra yang menciptakan Filtrasi Biner.

Yosa menjelaskan, alat ini mampu menyaring air keruh menjadi jernih. Sistem kerjanya berbasis IoT, yang terhubung aplikasi Telegram.

“Kami membuat filtrasi air yang mengintegrasikan nano dengan alternatif real time. Jadi, alat ini bisa memantau kualitas air secara langsung, cukup melalui aplikasi Telegram dari handphone (HP),” ujarnya, Jumat (8/5).

Ide pembuatan alat ini berdasarkan realita di masyarakat. Pernah pada 2023, distribusi air PDAM di Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo keruh dan berbau. Sehingga dinilai kurang layak digunakan, bahkan untuk sekadar mandi dan mencuci.

Baca Juga: FX Rudy Soroti Yakin Keajaiban Buat Persis Solo Masih Bisa Terjadi

Selain itu, data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo waktu itu, Indeks Kualitas Air (IKA) pada kurun 2023-2024 berada di angka 50. Belum mencapai target RPJMD maupun RPPLH daerah.

“Nilai itu menunjukkan, masih banyak kualitas air tanah yang belum memenuhi baku mutu konsumsi,” bebernya.

Baca Juga: Prediksi Starting XI Persis Solo vs Persebaya Surabaya: Adu Nasib di Tengah Tekanan Besar

Selama riset, Yosa dkk mencari bahan filtrasi yang efektif, namun tetap mudah diperoleh. Di antaranya serat nano, resin ion, kain kasa, dakron, karbon sawit, arang, pasir silika, manganese, dan batu zeolit.

Komponen tersebut disusun secara vertikal, dengan sistem aliran air dari bawah ke atas menggunakan pompa air.

“Kami membandingkan, sistem filtrasi dari bawah ke atas lebih efektif. Karena endapan tidak mudah menumpuk dan residu tidak cepat merusak komponen,” bebernya.

Filtrasi Biner terdiri dari tiga tabung utama. Tabung pertama berfungsi sebagai penampungan air keruh, tabung kedua komponen filtrasi, sedangkan tabung ketiga dilengkapi lampu ultraviolet (UV) untuk menonaktifkan mikroorganisme.

“Melalui filtrasi ini, air keruh bisa diubah menjadi jenih. Siap digunakan untuk mandi dan mencuci,” ujarnya.

Proses pembuatan alat tersebut memakan waktu sekira dua bulan, mulai dari tahap riset hingga alat selesai dirakit. Yosa dkk juga melakukan tiga kali uji coba menggunakan sensor TDS, untuk mengukur zat terlarut dalam air. Termasuk pengujian fisik terhadap warna, rasa, dan bau air.

Kini, mereka masih terus mengembangkan inovasi tersebut. Sekaligus mengupayakan proses hak paten.

“Kami berharap Filtrasi Biner bisa membantu meningkatkan kualitas air di permukiman. Khususnya di Mojosongo dan sekitarnya,” bebernya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#alat penjernih air #smpn 5 solo #IoT #krenova