Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jadwal Lengkap SPMB SD Dan SMP Di Solo, H-1 Calon Murid Masih Bisa Ubah Pilihan

Alfida Nurcholisah • Rabu, 27 Mei 2026 | 18:31 WIB
Ilustrasi SPMB SMPN Program Khusus di SMPN 25 Solo sudah berakhir, kini mulai awal Juni 2026 dibuka SPMB jalur regular. (M IHSAN/RADAR SOLO)
Ilustrasi SPMB SMPN Program Khusus di SMPN 25 Solo sudah berakhir, kini mulai awal Juni 2026 dibuka SPMB jalur regular. (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD dan SMP Kota Solo Tahun Ajaran 2026/2027 menghadirkan mekanisme baru dalam proses pendaftaran.

Tahun ini, calon murid diberikan keleluasaan untuk mengubah urutan pilihan sekolah hingga sehari sebelum penutupan pendaftaran.

Kebijakan tersebut diterapkan agar siswa dapat memantau peluang diterima di sekolah tujuan berdasarkan perkembangan peringkat selama proses seleksi berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Ariyatno mengatakan, tahun ini setiap calon murid diberikan empat pilihan sekolah yang bisa diatur ulang selama masa pendaftaran masih berlangsung.

Baca Juga: Mau Masuk SMP Negeri Favorit di Karanganyar? Simak Jadwal SPMB dan Daftar Sekolahnya

“Yang membedakan tahun ini disediakan empat pilihan dan boleh memindah urutan sejak hari pertama pendaftaran hingga H-1. Kalau daftar di hari ketiga dan hari terakhir berarti tidak bisa diubah lagi,” ungkapnya, Rabu (27/5).

Menurut Dwi, mekanisme tersebut dibuat agar siswa dapat menyesuaikan strategi pemilihan sekolah berdasarkan posisi ranking sementara.

Jika posisi peringkat terus menurun, calon murid dapat menggeser prioritas sekolah ke pilihan lain yang peluang diterimanya lebih besar.

Baca Juga: Jadwal Lengkap dan Daya Tampung SPMB SMA/SMK Negeri di Jateng Tahun 2026, Gubernur Luthfi: No Titip-titip!

“Murid bisa memiliki keleluasaan memindah urutan prioritas sekolah, jadi ketika dipantau posisinya rankingnya semakin turun, bisa geser ke sekolah lain hingga H-1 pendaftaran,” ujarnya.

Dia menjelaskan kebijakan ini berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Saat itu, calon murid tidak diberi kesempatan mengubah pilihan sekolah sehingga pendaftaran pada hari-hari awal cenderung sepi.

“Tahun sebelumnya tidak diberikan keleluasaan memindah pilihan, akibatnya dua hari pertama pendaftaran blong alias kosong. Jadi murid bisa memonitor ranking mereka sejak awal proses pendaftaran,” katanya.

Dwi memaparkan pelaksanaan SPMB jenjang PAUD dilakukan secara offline dengan komposisi 95 persen jalur domisili dan 5 persen mutasi.

Sementara untuk SD dilakukan secara online dengan kuota 75 persen domisili, 25 persen afirmasi, dan 5 persen mutasi.

Adapun pada jenjang SMP, kuota dibagi menjadi 45 persen domisili, 25 persen afirmasi, 5 persen mutasi, dan 25 persen prestasi.

“Khusus olahraga mekanismenya tidak pakai kuota, punya kriteria sendiri dengan seleksi khusus termasuk yang kelas program khusus,” jelasnya.

Baca Juga: SPMB SMA Dan SMK Sederajat Segera Berlaku E-Ijazah, Perketat Validasi Data

Jadwal pendaftaran juga dibedakan berdasarkan jalur penerimaan. Jalur prestasi dibuka paling awal pada 2-5 Juni.

Selanjutnya jalur afirmasi dengan pembuatan akun dibuka 8-11 Juni, sedangkan jalur domisili dan mutasi dibuka terakhir pada 29 Juni hingga 2 Juli.

“Jadi domisili itu kesempatan terakhir. Jadi kita prioritaskan jalur afirmasi untuk masyarakat P1-P4 yang termasuk dalam DTSEN serta disabilitas untuk memilih sekolah,” katanya.

Menurut Dwi, pembagian jadwal tersebut bertujuan memberi ruang lebih luas bagi siswa untuk menentukan pilihan sekolah sesuai kemampuan dan peluang masing-masing.

“Perbedaan waktu ini untuk memfasilitasi keinginan anak memilih sekolah, memberi kesempatan sesuai pilihannya masing-masing. Namun tetap harus menyesuaikan kemampuan diri,” ujarnya.

Dia memastikan daya tampung SD dan SMP negeri di Kota Solo masih mencukupi untuk tahun ajaran baru.

Namun, untuk jenjang SMA dan SMK, daya tampung masih terbatas karena menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Baca Juga: Jelang SPMB, Sekolah Swasta Di Solo Adu Program Gaet Murid

Sementara untuk pendidikan anak usia dini, kebutuhan PAUD negeri di Solo juga belum sepenuhnya terpenuhi karena saat ini baru tersedia tujuh PAUD negeri.

“Namun, kita sudah fasilitasi sekitar seribuan anak untuk diberikan biaya pendidikan Rp150 ribu per bulan selama enam bulan untuk sekolah di swasta,” ujarnya. (alf/bun)

Editor : fery ardi susanto
#sd dan smp #spmb #solo #Jadwal spmb sd di solo