Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gagal Universitas Dalam Negeri, Alumni SMA Rushd Sragen Malah Nyantol di Singapura

Ahmad Khairudin • Selasa, 9 Juni 2026 | 18:16 WIB

 

Lulusan pertama SMA Rushd Sragen banyak yang diterima di perguruan tinggi ternama baik dalam maupun luar negeri. (Ist)
Lulusan pertama SMA Rushd Sragen banyak yang diterima di perguruan tinggi ternama baik dalam maupun luar negeri. (Ist)

 

RADARSOLO.COM – Prestasi gemilang ditorehkan oleh angkatan pertama SMA Rushd. Meski baru perdana meluluskan siswa, sekolah ini langsung membuktikan kualitasnya di kancah internasional.

Dari total 42 siswa angkatan pertama, sebanyak 95 persen di antaranya sukses diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), swasta, hingga universitas luar negeri ternama.

Kepala SMA Rushd, Eko Sugiyanto mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian luar biasa anak didiknya. Salah satu siswa angkatan pertama bahkan berhasil menembus salah satu kampus terbaik dunia di Singapura.

Baca Juga: Polsek Kedawung Sragen Luncurkan Program Tangkal Bullying, Pembinaan di TPA

”Kemarin dari 42 siswa, ada 41 anak yang mendaftar lewat jalur SNBT. Nah, satu anak memang sejak awal tidak ikut jalur dalam negeri karena fokus kuliah ke luar negeri,” ujar Eko saat ditemui baru-baru ini.

Dari 41 siswa yang berjuang di jalur SNBT tersebut, 39 anak dinyatakan lolos. Menariknya, salah satu siswa yang sempat tidak lolos di dalam negeri justru membawa kabar kejutan dari luar negeri.

”Ternyata dia justru diterima di National University of Singapore (NUS). Jadi, meski belum rezeki di dalam negeri, malah cantolnya di Singapura,” imbuh Eko sembari tersenyum.

Baca Juga: SPMB 2026 Jalur Afirmasi SD Sepi, Wali Murid Disebut Gagal Paham Kriterianya

Tidak hanya itu, lima lulusan lain juga sukses meraih Beasiswa Garuda. Rekam jejak dan prestasi nyata ini rupanya berdampak besar pada animo masyarakat.

Di sisi lain, tahun ajaran 2026/2027 ini, pihak sekolah sudah merampungkan seluruh rangkaian proses penerimaan siswa baru sejak November 2025 lalu.

Sebanyak 175 siswa resmi tercatat sebagai angkatan keempat. Mayoritas dari mereka justru berasal dari luar daerah.

Baca Juga: Resmi! Bupati Karanganyar Lantik Jajaran Direksi PUDAM Tirta Lawu, Ini Daftarnya

Menariknya, fenomena berburu kursi ini sudah bergeser jauh ke depan. Berdasarkan data sekolah, kuota untuk tahun ajaran 2027/2028 bahkan sudah mulai terisi dari sekarang melalui sistem inden, meski calon siswa saat ini masih duduk di bangku kelas 9 SMP.

”Untuk tahun ajaran 2027 nanti, kami hanya membuka kuota terbatas, yakni 120 siswa untuk angkatan kelima. Saat ini, sudah ada 60 anak yang inden. Jadi posisinya sudah terisi separo,” beber Eko.

Pihak sekolah sengaja menyelesaikan proses PPDB satu semester lebih awal demi menerapkan program persiapan atau 'pemanasan' khusus. Hal ini dilakukan agar saat resmi masuk nanti, mental para siswa baru sudah matang.

Baca Juga: Asah Keterampilan Dan Wadahi Bakat Siswa, SDN Joglo Gelar Empat Ajang Dalam Dua Hari

”Sekolah kita kan basisnya boarding dan menggunakan pengantar bahasa Inggris. Biar anak-anak kelas 9 ini tidak kaget atau syok saat masuk, kita siapkan dulu satu semester sebelumnya. Ibarat mau tanding, pemanasan dulu supaya tidak kram,” selorohnya.

Melihat tingginya kebutuhan pendidikan berkualitas, Pihaknya kini juga mulai melebarkan sayap dengan membuka jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rushd yang berlokasi di kawasan jalan Yosodipuro, Solo. Berbeda dengan jenjang SMA, tingkat SMP ini menerapkan konsep full day school.

Di tahun pertamanya berjalan, SMP Rushd Yosodipuro langsung melesat dengan menjaring 72 siswa untuk angkatan perdana.

Baca Juga: Polres Sragen Jaring Atlet E-Sport Mobile Legends hingga Tingkat Kecamatan

Kendati berada di bawah naungan yayasan yang sama, Eko menegaskan bahwa pihak sekolah membebaskan para lulusan SMP nantinya untuk memilih masa depan mereka.

"Kami sangat terbuka. Lulusan SMP nanti tidak ada kewajiban harus melanjutkan ke SMA Rushd. Semua dikembalikan penuh kepada pilihan orang tua dan kenyamanan anak masing-masing," pungkasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#SMA Rushd Sragen #spmb #sragen #uns #SNBT