RADARSOLO.COM – Hari pertama pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) jalur domisili jenjang SD di Kota Solo, Senin (29/6), langsung diserbu masyarakat.
Di SDN Cemara Dua Solo, puluhan orang tua rela mengantre sejak pagi untuk memperebutkan kursi yang tersedia.
Bahkan, hingga pukul 10.00 atau sekira satu jam setelah layanan dibuka, jumlah pendaftar tembus lebih dari 80 calon peserta didik.
Ketua SPMB SDN Cemara Dua Deni Nursusilo mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat membuat sekolah menyiapkan tujuh hingga delapan operator.
Baca Juga: SPMB Online SMP Jalur Domisili Di Solo Sudah Dibuka, Banyak Ortu Bingung Dan Salah Unggaj
“Pendaftaran diawali dengan pembuatan akun, verifikasi berkas, kemudian masuk tahap pendaftaran jalur domisili. Setelah itu orang tua tinggal memantau jurnal seleksi secara daring setiap hari,” jelasnya.
Menurut Deni, kendala yang sering ditemui berkaitan dengan kemampuan orang tua mengoperasikan sistem digital.
Banyak yang masih bingung mengunggah dokumen maupun proses verifikasi secara daring.
“Kami memfasilitasi mulai dari pembuatan akun, verifikasi berkas, sampai pendampingan proses pendaftaran. Setelah itu orang tua tinggal memantau perkembangan melalui jurnal online," jelasnya.
Tingginya jumlah pendaftar juga dipengaruhi bertambahnya cakupan wilayah domisili.
Tahun ini SDN Cemara Dua mendapat tambahan dua kelurahan, yakni Joglo dan Jebres, sehingga jumlah calon peserta didik yang berhak mendaftar meningkat signifikan.
Secara keseluruhan, SDN Cemara Dua menyediakan kuota 112 siswa yang terbagi dalam empat rombongan belajar.
Sebanyak 28 kursi telah terisi melalui jalur afirmasi, sehingga tersisa sekitar 84 kursi yang diperebutkan melalui jalur domisili.
Untuk mengantisipasi membludaknya pendaftar, sekolah menerapkan sistem antrean sekaligus menambah jumlah petugas verifikasi agar waktu pelayanan lebih singkat.
Baca Juga: Pendaftar PMB UMS 2026 Naik, Tembus 22.855 Orang
Salah seorang orang tua calon siswa Papin Longaun Rosy mengaku datang sekira pukul 09.00 dan mendapat nomor antrean 74.
Ia memilih SDN Cemara Dua karena lokasinya paling dekat dengan tempat tinggalnya di Kelurahan Gilingan.
"Ramai karena hari pertama. Kendalanya tidak ada, proses pendaftaran online juga lancar. Saya optimistis peluang anak diterima cukup besar karena rumah kami memang dekat sekolah," katanya.
Meski demikian, Papin berharap proses verifikasi dapat dipercepat agar waktu tunggu orang tua tidak terlalu lama.
Ia juga mengaku tetap memprioritaskan sekolah negeri karena lokasinya dekat dengan rumah sekaligus biaya pendidikannya lebih terjangkau.
"Kalau nanti memang tidak diterima, baru kami pertimbangkan sekolah swasta," ujarnya. (alf/bun)
Editor : fery ardi susanto