Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

SPMB 2026, 155 Kursi SMA/SMK Negeri Di Solo dan Sukoharjo Kosong

Alfida Nurcholisah • Selasa, 7 Juli 2026 | 17:33 WIB
Ilustrasi orang tua mendampingi calon murid baru saat tahapan daftar ulang dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 4 Solo, Senin (22/6). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Ilustrasi orang tua mendampingi calon murid baru saat tahapan daftar ulang dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 4 Solo, Senin (22/6). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMA/SMK negeri di wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah VII Jawa Tengah resmi berakhir. 

Meski pengisian dari daftar cadangan telah selesai, masih tersisa 155 kursi yang tidak terisi di Solo dan Sukoharjo.

Kepala Cabdin Wilayah VII Agung Wijayanto menjelaskan, sisa kursi tersebut berasal dari calon murid yang lolos seleksi, namun tidak mendaftar ulang hingga batas waktu yang ditentukan.

Rinciannya, di Kota Solo 34 kursi SMA kosong dan 27 kursi SMK.

Baca Juga: Mengapa Nama Hari dalam Bahasa Indonesia Banyak Berasal dari Bahasa Arab?

“Setelah pengumuman cadangan dan daftar ulang selesai, di Kabupaten Sukoharjo 51 kursi SMA dan 43 kursi SMK kosong. Jadi total di Cabdin VII ada 155 kursi yang kosong,” jelas Agung, Selasa (7/7).

Agung menegaskan, kursi yang kosong tidak dibuka kembali melalui seleksi tambahan. Sesuai petunjuk operasional penyelenggaraan SPMB, kekosongan tidak boleh diisi di luar mekanisme yang telah ditetapkan.

“Tidak bisa diisi sembarangan karena sudah sesuai petunjuk operasional. Tujuannya biar tidak terjadi perpindahan siswa yang sudah diterima di sekolah swasta, kemudian mencabut berkasnya untuk masuk ke sekolah negeri," jelasnya.

Baca Juga: Smart! Siswa SMK Al Islam Solo Bikin Paving Block Dari Limbah Plastik, Hasilkan Energi Listrik Saat Diinjak Kaki

Menurut Agung, aplikasi SPMB juga telah ditutup sehingga seluruh data penerimaan terkunci. Selanjutnya, sekolah tinggal mempersiapkan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

“Prosesnya sudah selesai. Web SPMB juga sudah ditutup. Nama-nama siswa yang diterima sudah terekap semua dan tinggal menunggu pelaksanaan MPLS,” bebernya.

Data Cabdin VII, jumlah pendaftar SPMB tahun ini 15.736 calon murid. Dari jumlah itu, hanya 15.478 calon murid yang verifikasi. Sedangkan 258 calon murid tidak verifikasi dan satu peserta tidak aktivasi akun.

Di sisi lain, total daya tampung SMA dan SMK negeri mencapai 14.524 kursi. Terdiri atas 8.368 kursi di Kota Solo dan 6.156 kursi di Sukoharjo.

Maka selisih antara jumlah pendaftar dan daya tampung hanya 947 siswa, atau sekira 6 persen dari total pendaftar.

“Bahkan yang sudah daftar ulang ada potensi tidak jadi masuk sekolah negeri karena lebih memilih ke swasta. Fenomena ini saya baca setiap tahunnya selalu terjadi. Ini juga hak mereka untuk memilih sekolah negeri maupun swasta," imbuhnya.

Agung menilai kondisi tersebut menunjukkan persoalan keterbatasan kursi di sekolah negeri tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu. Dari lebih dari 20 ribu lulusan SMP di Solo dan Sukoharjo, hanya sekitar 15.730 yang mengikuti pendaftaran melalui sistem SPMB.

"Artinya ada sekitar lima ribuan lulusan yang kemungkinan langsung memilih sekolah swasta, madrasah aliyah, atau sekolah di daerah lain. Ini menjadi catatan bahwa masyarakat sekarang sudah memiliki banyak pilihan sekolah, tidak semuanya berorientasi ke sekolah negeri," ungkapnya.

Ia menambahkan, mayoritas peserta yang tidak melakukan daftar ulang diketahui telah diterima di sekolah swasta, madrasah aliah (MA), maupun sekolah di luar daerah.

"Pada umumnya yang tercatat ke kami memang sudah diterima di sekolah swasta, di Kemenag atau Madrasah Aliah, atau sekolah di wilayah lain. Ada juga yang sudah diterima di Jogja sehingga akhirnya tidak melakukan daftar ulang di sini," tutupnya. (alf)

Editor : fery ardi susanto
#spmb 2026 #kursi kosong smpb #solo #sukoharjo