RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai mengkaji layanan pendidikan, buntut krisis murid yang dialami sejumlah SD negeri pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menjelaskan, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Salah satu sekolah yang krisis murid yakni SDN Tegalayu.
Tahun ajaran baru 2026/2027 ini, hanya mampu menjaring lima murid baru kelas I. Astrid menginstruksikan agar Dinas Pendidikan (disdik) Kota Solo menelusuri penyebab minimnya pendaftar.
“Hari ini kami mengecek langsung ke SDN Tegalayu, yang tercatat hanya ada lima murid baru. Nanti akan diteliti dinas pendidikan, apakah karena lokasinya berdekatan dengan SD lain, atau publikasinya belum maksimal, hingga faktor-faktor lainnya,” kata Astrid, Rabu (15/7).
Kondisi fisik sekolah menurut Astrid bukan penyebab rendahnya jumlah pendaftar.
Sebab melihat lingkungan sekolah bersih, tertata, dan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan lancar.
“Saya melihat kelima murid baru ini aktif. Lokasi sekolahnya juga rapi dan bersih. Jadi bukan karena tempatnya kurang bagus, tetapi memang kurang maksimal dalam penjaringan murid barunya,” imbuhnya.
Baca Juga: Pasar Klewer Sepi Bikin SDN Kauman Solo Dua Tahun Ini Krisis Murid
Saat kunjungan, Atrid didampingi Kepala Disdik Kota Solo Dwi Ariyatno.
Menurut Dwi, saat ini masih dibuka kesempatan bagi calon siswa yang belum mendapatkan sekolah. Selain itu, disdik akan memetakan wilayah yang kekurangan murid.
“Kalau melihat daya tampung, masih ada 1.100 kursi kosong. Asumsinya memang angka kelahiran anak menurun, sehingga potensi siswa yang masuk SD juga turun. Artinya, daya tampung saat ini berlebih dan mungkin perlu penyesuaian,” jelas Dwi.
Salah satu solusi yang paling rasional, yakni membuka kemungkinan regrouping atau penggabungan sekolah berdasarkan jumlah peserta didik.
“Sebelumnya, regrouping dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fisik sekolah. Ke depan akan kami pertimbangkan juga regrouping dari sisi jumlah siswanya,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo