RADARSOLO.COM - Prestasi membanggakan ditorehkan atlet Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kirana Tias Savira.
Mahasiswa UMS ini menyumbangkan medali emas untuk Indonesia dalam 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 di Dong Nai, Vietnam, belum lama ini.
Kirana menjadi satu-satunya atlet yang dikirim UMS dalam kejuaraan tersebut.
Emas yang diraihnya turut mengantarkan Indonesia menjadi juara umum II dengan koleksi enam emas, empat perak, dan sembilan perunggu.
Baca Juga: Grand Opening RS Asa Bunda: Komitmen Berikan Layanan Kesehatan Profesional Untuk Ibu Dan Anak
Pelatih Timnas Pencak Silat Indonesia sekaligus dosen dan pelatih UMS Nur Subekti mengatakan, prestasi Kirana merupakan hasil pembinaan berkelanjutan sejak mahasiswa tersebut masuk UMS melalui jalur Beasiswa Prestasi 100 persen.
“Kirana menjadi salah satu atlet muda yang masuk pantauan tim nasional. Sebelumnya dia menjuarai dua event nasional secara beruntun, yakni Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional yang digelar di UMS dan PON Bela Diri di Kudus,” kata Nur Subekti.
Menurutnya, persiapan menuju kejuaraan Asia telah dilakukan sejak semester pertama.
Baca Juga: Mahasiswa UMS Bikin Lampu PJU Panel Surya, Tahan Menyala 14 Jam Dan Dilengkapi Sensor Kabut
Pembinaan tidak hanya berfokus pada teknik, tetapi juga fisik, taktik, mental, serta keseimbangan akademik.
Debut Kirana di level Asia langsung menghadirkan tantangan berat.
Pada pertandingan pembuka, atlet asal Klaten itu harus menghadapi wakil tuan rumah Vietnam yang dikenal sebagai salah satu kekuatan pencak silat Asia.
“Secara teknis Kirana mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik dan berhasil menguasai pertandingan,” ujarnya.
Nur Subekti menyebut Indonesia tidak menurunkan kekuatan penuh dalam kejuaraan tersebut.
Meski demikian, kontingen Merah Putih mampu finis sebagai juara umum II.
“Dari enam medali emas Indonesia, UMS menyumbangkan satu emas dari satu-satunya atlet yang kami kirim,” tegasnya.
Prestasi tersebut membuka peluang lebih besar bagi Kirana untuk melanjutkan kiprahnya di level internasional.
Namanya telah masuk kandidat pemanggilan Pelatnas jangka panjang serta daftar seleksi World Championship 2026. Kirana juga diproyeksikan menuju SEA Games 2027.
Baca Juga: Lolos Seleksi Ketat, Teknik Informatika UMS Kantongi Hibah Senilai Rp1,4 Miliar dari Finlandia
Bagi Kirana, emas tersebut menjadi pencapaian penting karena merupakan debutnya di kejuaraan tingkat Asia.
“Alhamdulillah senang. Ini laga perdana saya di level Asia, jadi sempat grogi dan banyak tekanan. Tapi saya bersyukur bisa mewakili Indonesia dan menyumbangkan medali emas,” ujar mahasiswa angkatan 2024 itu, Senin (27/7).
Kecintaan Kirana terhadap pencak silat tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengenal Tapak Suci melalui kegiatan ekstrakurikuler saat kelas tiga SD. Perjalanannya berlanjut melalui Popda hingga bergabung dengan PPLP.
Kini, Kirana ingin menjadikan emas di Vietnam sebagai pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Harapannya bisa kembali mewakili Indonesia di World Championship atau SEA Games,” katanya.
Kirana mengakui perjalanan sebagai atlet tidak selalu mudah. Ia harus membagi waktu antara latihan, kuliah, keluarga, dan pertemanan. Namun, prestasi yang diraih menjadi bayaran atas berbagai pengorbanan tersebut.
“Ketika bisa berprestasi dan membanggakan keluarga, semuanya terbayarkan,” pungkasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo