Pernah Kepikiran dari Mana Asal Istilah-Istilah Kantor Ini?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 07:21 WIB
Sering pakai kata kantor, arsip, paraf, hingga stempel? Istilah administrasi yang akrab di dunia kerja ini ternyata berasal dari bahasa Belanda.
Sering pakai kata kantor, arsip, paraf, hingga stempel? Istilah administrasi yang akrab di dunia kerja ini ternyata berasal dari bahasa Belanda.

RADARSOLO.COM – Bagi pekerja kantoran, pegawai pemerintahan, maupun mahasiswa yang sedang magang, istilah seperti arsip, agenda, administrasi, nota, faktur, paraf, atau stempel tentu sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Kata-kata tersebut digunakan hampir setiap hari saat mengurus dokumen, membuat laporan, atau menyelesaikan pekerjaan. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa sebagian besar istilah itu memiliki sejarah yang cukup panjang.

Banyak kosakata yang digunakan dalam dunia perkantoran di Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Belanda.

Baca Juga: Kok Ada Orang yang Hampir Tidak Pernah Pakai Emoji? Ternyata Bukan Berarti Galak

Hal ini tidak terlepas dari sejarah administrasi pemerintahan di Indonesia pada masa kolonial. Saat sistem birokrasi modern mulai diterapkan, berbagai istilah administrasi ikut diperkenalkan dan kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia.

Salah satu contohnya adalah kantor, yang berasal dari bahasa Belanda kantoor. Kini, kata tersebut digunakan untuk menyebut tempat bekerja atau tempat berlangsungnya kegiatan administrasi, baik di instansi pemerintah maupun perusahaan swasta.

Istilah lain yang juga sangat akrab adalah arsip, yang berasal dari kata Belanda archief. Arsip merujuk pada dokumen atau berkas yang disimpan sebagai sumber informasi maupun bukti administratif. Hingga sekarang, pengelolaan arsip menjadi bagian penting dalam setiap lembaga atau organisasi.

Baca Juga: Quiet Vacation, Liburan Diam-Diam yang Mulai Dilirik Pekerja Muda

Di dunia kerja, kata administrasi juga hampir tidak pernah lepas dari berbagai aktivitas. Istilah ini berasal dari bahasa Belanda administratie yang mengacu pada kegiatan pengelolaan dokumen, pencatatan, maupun tata usaha. Begitu pula dengan agenda, yang berasal dari kata agenda. Kini, agenda tidak hanya berarti daftar kegiatan atau jadwal, tetapi juga sering digunakan untuk menyebut buku catatan maupun topik pembahasan dalam rapat.

Saat berhubungan dengan transaksi, masyarakat juga akrab dengan istilah nota dan faktur. Kata nota berasal dari bahasa Belanda nota, yaitu dokumen yang memuat rincian pembayaran atau catatan transaksi. Sementara itu, faktur diserap dari kata factuur, yang merujuk pada dokumen resmi dalam kegiatan jual beli atau perdagangan.

Baca Juga: Kok Emoji yang Sama Bisa Beda Arti di Negara Lain? Ternyata Budaya Ikut Berpengaruh

Ada pula istilah paraf, yang berasal dari kata Belanda paraf. Berbeda dengan tanda tangan, paraf umumnya berupa singkatan tanda tangan yang digunakan sebagai bentuk persetujuan atau pengesahan pada dokumen tertentu. Sementara itu, stempel berasal dari kata Belanda stempel, yaitu alat yang digunakan untuk memberikan cap sebagai tanda keaslian atau pengesahan dokumen.

Masuknya istilah-istilah tersebut menunjukkan bahwa bahasa berkembang seiring perubahan sistem sosial dan pemerintahan. Ketika Indonesia mulai mengenal sistem administrasi modern, kosakata yang digunakan dalam sistem tersebut juga ikut masuk dan akhirnya menjadi bagian dari bahasa Indonesia. Dalam linguistik, proses ini dikenal sebagai penyerapan kosakata dari bahasa lain.

Kini, kata-kata seperti kantor, arsip, administrasi, agenda, nota, faktur, paraf, hingga stempel terasa sangat akrab di telinga masyarakat. Bahkan, banyak orang tidak lagi menyadari bahwa kata-kata tersebut berasal dari bahasa Belanda karena telah digunakan selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Jejak sejarah ternyata tidak hanya dapat ditemukan di museum atau buku pelajaran. Dalam kehidupan sehari-hari, warisan masa lalu juga hidup melalui bahasa yang kita gunakan. Setiap kali menyusun arsip, membubuhkan paraf, atau memberi stempel pada dokumen, tanpa sadar kita sedang menggunakan kosakata yang telah menemani dunia administrasi Indonesia sejak lama.

 

Editor : Kabun Triyatno
birokarsi kantor belanda bahasa kosakata